Senin, Juni 29, 2026
Kabupaten BekasiPemerintahanPendidikan

Disdik Kabupaten Bekasi Optimis Seluruh Lulusan SD Tetap Tertampung di Berbagai Jalur Pendidikan

DAILYBEKASI.COM, KABUPATEN BEKASI – Daya tampung SMP Negeri di Kabupaten Bekasi pada tahun ajaran 2026/2027 hanya mampu mengakomodasi sekitar 50 persen lulusan SD sederajat. Meski demikian, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi memastikan seluruh anak tetap memiliki akses pendidikan melalui sekolah swasta, Madrasah Tsanawiyah (MTs), pondok pesantren, hingga program Wajib Belajar 13 Tahun.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Fathurochman, mengatakan dari total 63.784 lulusan SD sederajat tahun ini, kuota yang tersedia di 56 SMP Negeri hanya mencapai 32.032 kursi. Kondisi tersebut, menurutnya, bukan persoalan baru karena sistem pendidikan di Kabupaten Bekasi memang tidak hanya bertumpu pada sekolah negeri.

“Memang lulusan SD sederajat tahun ini sekitar 63.784 siswa, sementara kuota SMP Negeri sekitar 32.032 siswa. Tetapi tidak semua masyarakat bersekolah di negeri. Ada yang melanjutkan ke SMP swasta, Madrasah Tsanawiyah, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya,” ujar Imam.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak menargetkan seluruh lulusan SD masuk ke SMP Negeri. Yang menjadi prioritas adalah memastikan setiap anak usia sekolah tetap memperoleh layanan pendidikan melalui berbagai jalur pendidikan yang tersedia.

“Yang kami pastikan adalah semua anak-anak tetap bisa bersekolah. Pemerintah sudah memberikan perhatian melalui program 13 Tahun Wajib Belajar,” katanya.

Menurut Imam, sekolah swasta memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pendidikan di Kabupaten Bekasi. Karena itu, seluruh lulusan SD tidak mungkin diarahkan masuk ke sekolah negeri.

“Kalau semuanya harus masuk SMP Negeri tentu tidak memungkinkan. Di sisi lain ada sekolah swasta yang juga harus berjalan, kemudian ada Madrasah Tsanawiyah dan pondok pesantren yang menjadi pilihan masyarakat,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat, Pemkab Bekasi juga menyiapkan bantuan pendidikan bagi siswa yang bersekolah di sekolah swasta maupun lembaga pendidikan kesetaraan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan biaya pendidikan hingga kebutuhan transportasi.

Imam menyebutkan bantuan tersebut disiapkan bagi sekitar 5.000 siswa jenjang SD dan 1.000 siswa jenjang SMP.

“Mudah-mudahan pemerintah dapat terus memberikan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, sehingga layanan pendidikan yang bermutu untuk semua benar-benar dapat terwujud,” ucapnya.

Di sisi lain, Disdik Kabupaten Bekasi memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 berlangsung secara transparan, akuntabel, dan berbasis digital. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama mengikuti proses seleksi tanpa adanya praktik titip-menitip.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *