DLH Kabupaten Bekasi Perkuat Bank Sampah untuk Wujudkan Target Zero Waste
DAILYBEKASI.COM, CIKARANG PUSAT – Keberadaan Bank Sampah di tingkat masyarakat kini menjadi fondasi utama dalam upaya pengurangan sampah dari sumbernya atau hulu.
Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menilai peran Bank Sampah sangat strategis untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng sekaligus mendukung efisiensi fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Kepala Tim Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Bekasi, Nurul Fitria, mengatakan paradigma pengelolaan Bank Sampah telah mengalami perubahan. Program tersebut tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat pengumpulan sampah, melainkan menjadi ujung tombak pengurangan sampah langsung dari masyarakat.
“Perkembangan program pembinaan Bank Sampah di tingkat RT dan RW saat ini mengalami transformasi yang sangat positif dan strategis. Kami tidak lagi melihat Bank Sampah sebagai tempat pengumpulan biasa, melainkan sebagai fondasi utama pengurangan sampah dari hulu yang dapat mengurangi kapasitas di TPA Burangkeng,” ujar Nurul, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, penguatan Bank Sampah telah menjadi bagian dari Roadmap Penanganan Sampah Hulu-Hilir Kabupaten Bekasi Tahun 2025-2029. Pada 2025, DLH menargetkan pembentukan dan pembinaan Bank Sampah di 80 RW, sedangkan pada 2026 jumlahnya ditingkatkan menjadi 200 RW.
Untuk mendukung target tersebut, DLH terus melakukan pendampingan langsung kepada masyarakat, mulai dari pembinaan manajemen, tata cara pemilahan sampah bernilai ekonomis, hingga penguatan konsep ekonomi sirkular (circular economy) agar Bank Sampah mampu berjalan mandiri dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Saat ini, jumlah Bank Sampah di Kabupaten Bekasi tercatat mencapai 402 unit yang tersebar di 23 kecamatan. Meski demikian, sebagian di antaranya belum aktif beroperasi secara optimal sehingga DLH terus melakukan pembinaan dan penguatan kelembagaan.
Secara teknis, Nurul menjelaskan Bank Sampah mampu mereduksi sekitar 15 hingga 20 persen volume sampah rumah tangga langsung dari sumbernya sebelum diangkut ke TPA. Kontribusi tersebut dinilai signifikan karena mampu mengurangi puluhan ton sampah setiap hari.
Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dipilah dan disalurkan ke industri daur ulang maupun mitra pengolahan lainnya sehingga tidak seluruhnya berakhir di TPA.
“Dengan menyaring jenis sampah yang bernilai ekonomi dan mengarahkannya langsung ke industri penyerapan seperti komoditas RDF dan kemitraan swasta, puluhan ton potensi sampah anorganik berhasil dicegah masuk ke TPA Burangkeng setiap harinya,” jelasnya.
Selain menekan volume sampah, Bank Sampah juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas bahan baku untuk fasilitas PSEL. Melalui proses pemilahan sejak dari rumah tangga, sampah residu yang masuk ke fasilitas pengolahan menjadi lebih homogen, kering, dan siap diolah.
“Kontribusi terbesar Bank Sampah ke depan bukan hanya menurunkan tonase sampah, tetapi juga mengamankan kualitas sampah. Dengan pemilahan sampah yang baik di hulu, sampah residu yang masuk ke fasilitas pengolahan PSEL menjadi lebih homogen, kering, dan siap olah,” katanya.
Ia menegaskan, peran Bank Sampah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan daya tampung TPA Burangkeng yang saat ini menghadapi keterbatasan kapasitas.
“Ini sangat krusial untuk memperpanjang usia pakai TPA kita yang kapasitasnya sudah sangat terbatas,” tegas Nurul.
Ke depan, DLH Kabupaten Bekasi berharap tercipta sinergi yang kuat dari seluruh unsur pentahelix dalam mewujudkan target Zero Waste atau nol sampah. Melalui integrasi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, masyarakat diharapkan semakin aktif melakukan pemilahan sampah melalui Bank Sampah sehingga fasilitas pengolahan modern seperti PSEL dan RDF dapat beroperasi secara optimal.
“Harapan besarnya adalah terciptanya integrasi total, ketika masyarakat tertib memilah di hulu melalui Bank Sampah, maka fasilitas teknologi modern kita di hilir seperti PSEL dan pengolahan RDF dapat beroperasi dengan efisien dan maksimal karena menerima pasokan sampah yang berkualitas,” pungkasnya.
