Viral Makam Dibongkar Gegara Pilkades Bekasi, Ini Kata Polisi
DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Perselisihan akibat perbedaan dukungan dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) di Kabupaten Bekasi berujung pada pembongkaran makam seorang warga yang telah berusia sekitar 20 tahun. Peristiwa ini viral di media sosial setelah warga menyebarkan rekaman pemindahan jenazah dari makam di Desa Lenggah Jaya, Kecamatan Cabangbungin.
Kapolsek Cabangbungin AKP Alex Candra membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, pembongkaran makam berlangsung pada Minggu (25/10/2026) di Kampung Cap Jaya RT 07 RW 03, Desa Lenggah Jaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.
Menurut Alex, keluarga memindahkan jenazah ke makam keluarga setelah kedua pihak menyelesaikan perselisihan melalui mediasi. Kedua pihak sepakat untuk melakukan pemindahan tersebut.
“Kesepakatan bongkar makam itu memang sebelumnya ada permasalahan, kemudian sudah berdamai, dan jenazah dipindahkan ke makam keluarganya,” kata Alex, dilansir dari detikcom, Rabu (28/10/2026).
Alex menambahkan, perangkat desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa turut terlibat dalam proses tersebut. Seluruh rangkaian pemindahan makam berlangsung aman dan lancar.
Kronologi Makam Dibongkar Gegara Pilkades Bekasi
Alex menjelaskan, persoalan bermula dari perselisihan antara dua warga yang mendukung calon kepala desa berbeda. Salah satu warga mendukung calon yang menang, sedangkan warga lainnya mendukung calon yang kalah dalam Pilkades.
Ketegangan muncul setelah salah satu pihak tersinggung oleh ucapan tentang kandidat yang didukungnya. Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi konflik antara kedua warga.
“Awalnya itu karena dengar suara-suara terkait pilkades juga, ‘Nggak punya uang kok si C nyalon-nyalon’, punya ketersinggungan di situ,” ungkap Alex.
Perselisihan itu semakin rumit karena warga yang merasa tersinggung merupakan pemilik lahan tempat makam berada. Ia kemudian meminta pihak lainnya memindahkan makam ayahnya yang telah berada di lokasi tersebut selama sekitar dua dekade.
Kedua Pihak Sepakat Memindahkan Makam
Kedua pihak kemudian menyelesaikan perselisihan tersebut dan mencapai kesepakatan. Keluarga akhirnya memindahkan jenazah ke makam keluarga sesuai hasil mediasi.
Alex menegaskan, pemindahan makam di Cabangbungin itu merupakan hasil penyelesaian perselisihan antara kedua warga. Menurutnya, proses tersebut tidak berlangsung sebagai tindakan sepihak tanpa kesepakatan.
“Karena ketersinggungan, akhirnya ditengahi dan diselesaikan. Akhirnya, pendukung yang menang ini memindahkan makamnya. Jadi, itu tanah makam pribadi dari pihak yang kalah,” jelasnya.
Keterlibatan perangkat desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa turut membantu proses pemindahan berjalan tertib. Polisi memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman setelah kedua pihak menyepakati penyelesaian masalah.
Video Pembongkaran Makam Viral di Media Sosial
Sebelumnya, video amatir yang memperlihatkan sejumlah orang menggali makam tersebut beredar di media sosial. Narasi yang menyertai video mengaitkan pemindahan jenazah dengan perselisihan akibat perbedaan pilihan dalam Pilkades di Kabupaten Bekasi.
Peristiwa ini menjadi perhatian warganet karena perselisihan dukungan politik tingkat desa berujung pada pemindahan makam yang telah berada di lokasi selama sekitar 20 tahun.
Polisi menjelaskan bahwa kedua pihak telah menyelesaikan perselisihan melalui mediasi dan menyepakati pemindahan jenazah ke makam keluarga. Proses tersebut pun berlangsung aman dan lancar.



Post Comment