KAI Percepat Tindak Lanjut 6 Rekomendasi KNKT Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

DAILYBEKASI.COM, BEKASI — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mempercepat pelaksanaan enam rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) setelah kecelakaan yang melibatkan KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Jalur I Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026.

Enam rekomendasi tersebut kini ditindaklanjuti oleh KAI melalui sejumlah pembenahan yang berkaitan dengan prosedur keselamatan, komunikasi operasional, kondisi pendukung kerja masinis, pengendalian perjalanan, hingga peningkatan kompetensi personel.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan perusahaan berupaya menjalankan rekomendasi KNKT secara cepat, terutama terhadap langkah-langkah yang dapat segera diterapkan di lapangan.

“Fokus kami adalah menyelesaikan rekomendasi KNKT dengan cepat dan tepat. Yang bisa langsung dilakukan, kami jalankan. Yang membutuhkan kajian dan penyempurnaan, kami percepat,” ujar Bobby dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (3/10/2026).

Menurut Bobby, tindak lanjut rekomendasi dilakukan sesuai bidang masing-masing. Sebagian langkah telah berjalan, sementara rekomendasi yang membutuhkan kajian lebih lanjut masih dalam proses penyempurnaan.

Selain pembenahan internal, KAI juga memastikan proses hukum yang berkaitan dengan kecelakaan tetap dihormati. Perusahaan menyatakan akan memberikan pendampingan kepada pegawai yang menjalani proses hukum.

“Perusahaan akan memastikan pendampingan dan bantuan hukum diberikan, agar yang bersangkutan tidak menghadapi proses ini sendirian,” katanya.

KAI Perkuat Keselamatan di Lapangan

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan aspek keselamatan tidak hanya dilakukan melalui evaluasi internal. Sejumlah langkah juga diterapkan di lapangan selama proses investigasi berlangsung.

Salah satunya melalui penanganan perlintasan sebidang. Hingga 23 Juli 2026, KAI mencatat telah menutup 172 titik perlintasan sebidang sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

KAI juga mencatat ribuan kegiatan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Sepanjang 2022 hingga 2025, tercatat 6.259 kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang serta 988 kegiatan sosialisasi dan edukasi di sekolah dan tempat ibadah.

“Perbaikan kami jalankan secara bertahap dan terukur, mulai dari penanganan perlintasan, kesiapan petugas, fasilitas keselamatan, hingga edukasi kepada masyarakat,” ujar Anne.

KAI menegaskan langkah pembenahan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem keselamatan perjalanan kereta api, sekaligus memastikan rekomendasi hasil investigasi dapat diterapkan secara efektif.

Post Comment