Abu Vulkanik Menempel di Kendaraan Warga Jabodetabek, Jangan Asal Dilap!

DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Abu vulkanik yang terbawa hingga kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tidak hanya mengganggu kebersihan kendaraan, tetapi juga berpotensi merusak permukaan bodi dan kaca apabila dibersihkan secara sembarangan.

Pakar Otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak langsung mengelap atau menggosok abu vulkanik dalam kondisi kering.

Menurutnya, abu vulkanik dapat mengandung material mineral dan pecahan vulkanik yang keras serta bersifat abrasif. Gesekan partikel tersebut dengan permukaan kendaraan dapat menimbulkan goresan halus pada lapisan cat atau clear coat, termasuk kaca kendaraan.

“Partikelnya dapat mengandung material mineral dan pecahan vulkanik yang keras serta abrasif. Kalau langsung dilap atau digosok dalam keadaan kering, bisa menimbulkan goresan halus pada clear coat maupun kaca,” kata Yannes, Minggu.

Risiko kerusakan juga dapat meningkat ketika abu vulkanik bercampur dengan air, embun, atau gerimis dan kemudian dibiarkan menempel dalam waktu lama. Endapan tersebut berpotensi menciptakan kondisi yang lebih korosif pada permukaan kendaraan.

Karena itu, pemilik kendaraan yang belum terpapar abu disarankan memarkirkan mobil di tempat tertutup. Penggunaan car cover juga dapat menjadi pilihan, dengan catatan permukaan kendaraan sudah dalam kondisi bersih.

Sebaliknya, pemilik kendaraan sebaiknya tidak memasang atau menggeser car cover pada mobil yang sudah dipenuhi abu. Gesekan antara kain penutup dan partikel vulkanik dapat meningkatkan risiko munculnya baret.

Sementara bagi kendaraan yang sudah terkena abu, langkah pertama yang disarankan bukanlah mengambil kain lap.

Pemilik kendaraan sebaiknya membilas mobil menggunakan air mengalir dalam jumlah yang cukup. Pembilasan dilakukan dari bagian atas kendaraan kemudian diarahkan ke bagian bawah agar partikel abu terangkat dan tidak bergesekan dengan permukaan kendaraan.

Sebelum melakukan pembilasan, wiper sebaiknya diangkat. Pemilik juga disarankan tidak mengaktifkan wiper ketika kaca masih dalam kondisi kering karena partikel abu yang menempel dapat menggores kaca.

Setelah endapan abu terangkat, kendaraan dapat dicuci menggunakan sampo khusus mobil, kemudian dibilas dan dikeringkan menggunakan kain mikrofiber.

Bagian karet wiper juga perlu diperiksa. Karet wiper sebaiknya dibersihkan dalam kondisi basah sebelum kembali digunakan untuk memastikan tidak ada partikel abu yang masih menempel.

“Yang perlu dihindari adalah membasahi abu sedikit lalu membiarkannya mengering kembali di permukaan kendaraan. Air dalam jumlah cukup untuk membilas seluruh partikel justru menjadi cara paling aman,” ujar Yannes.

Dengan demikian, abu vulkanik perlu diperlakukan berbeda dari debu jalanan biasa. Membersihkan kendaraan dengan cara yang keliru justru dapat menyebabkan goresan yang baru terlihat setelah permukaan kendaraan kembali bersih.

Pemilik kendaraan yang berada di wilayah terdampak pun disarankan mengutamakan proses pembilasan untuk mengangkat seluruh partikel abu sebelum melakukan pengelapan atau pencucian lebih lanjut.

Post Comment