Hindari Kemacetan, Sejumlah Pemotor Lawan Arah di Jalan Raya Bekasi Cakung
DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Sejumlah pengendara sepeda motor nekat melawan arah di tengah kepadatan lalu lintas Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (4/9/2026) pagi. Aksi tersebut dilakukan untuk menghindari antrean kendaraan yang mengular pada jam sibuk.
Pantauan di lokasi pada pukul 06.45 hingga 08.00 WIB menunjukkan pengendara motor dari arah Bekasi menuju Pulogadung masuk ke jalur berlawanan untuk memangkas antrean. Setelah melewati titik kepadatan, mereka kembali ke jalur semestinya dengan memanfaatkan akses U-turn.
Aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah pemotor, bahkan terlihat secara berkelompok. Ketika satu pengendara mengambil jalur berlawanan, pengendara lainnya tampak mengikuti manuver tersebut.
Sebagian pemotor memilih melaju melalui bahu jalan, sementara lainnya masuk ke lajur kendaraan dari arah berlawanan.
Kondisi itu membuat pengendara yang melaju sesuai jalurnya harus meningkatkan kewaspadaan. Beberapa pengendara terlihat menghindar ketika berpapasan dengan motor yang melawan arah. Sejumlah pengendara juga membunyikan klakson saat menghadapi pemotor dari arah berlawanan.
Penjaga parkir di sekitar lokasi, Rofiq (37), mengatakan aksi melawan arah di kawasan tersebut bukan merupakan kejadian baru. Menurutnya, kebiasaan itu telah berlangsung sejak lama dan cenderung dilakukan secara berkelompok.
“Wah, sudah lama. Dari dulu memang sudah sering yang lawan arah di sini. Satu pengendara ngelawan arah, yang lainnya juga ikutan,” ujar Rofiq saat ditemui di sekitar Jalan Raya Bekasi, Jumat (4/9/2026).
Rofiq menyebut aksi tersebut paling ramai terjadi pada pagi hari, terutama sekitar pukul 06.00 hingga 09.00 WIB ketika masyarakat berangkat kerja dan arus kendaraan menuju Pulogadung serta persimpangan Cilincing mulai padat.
“Paling ramai pagi, jam orang berangkat kerja. Sekitar jam enam sampai jam sembilan,” katanya.
Menurut Rofiq, kemacetan menjadi alasan utama pengendara memilih mengambil jalur berlawanan. Mereka dinilai berusaha memangkas waktu dengan melewati jalur tersebut sebelum kembali ke arah semula melalui U-turn.
“Ya karena macet. Kalau ikut antre kan lama, jadi mereka kayak ambil jalan pintas, lawan arah terus nanti masuk lagi (melalui U-turn),” ujarnya.
Hal serupa disampaikan pedagang kaki lima di sekitar lokasi, Tino (29). Ia mengatakan jumlah pemotor yang melawan arah biasanya meningkat ketika antrean kendaraan semakin panjang.
“Karena enggak mau ikut macet. Kalau ikut jalur biasa panjang antreannya. Jadi mereka ambil jalur sebelah, nanti muter lagi,” kata Tino.
Menurut Tino, perilaku tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Ia beberapa kali melihat pengendara yang melawan arah hampir bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan.
“Pernah (hampir bertabrakan). Kadang motor dari depan kaget karena tiba-tiba ada yang lawan arah. Jadi sama-sama ngerem atau buang ke pinggir,” tuturnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kepadatan lalu lintas paling terasa di sekitar persimpangan Jalan Raya Bekasi-Cakung-Cilincing. Antrean kendaraan mengular saat lampu lalu lintas menyala merah dan kendaraan bergerak perlahan dengan pola stop and go.
Arus kendaraan dari arah Bekasi menuju Pulogadung menjadi salah satu titik yang mengalami kepadatan pada jam sibuk pagi. Sejumlah akses U-turn di sekitar lokasi kemudian dimanfaatkan pemotor untuk kembali ke jalur semestinya setelah melewati jalur berlawanan.
Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan terlihat melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar persimpangan. Namun, di titik yang menjadi lokasi pemotor melawan arah, tepatnya di depan Klinik Sinar Medik, Cakung, tidak terlihat petugas yang secara khusus melakukan penindakan terhadap pelanggaran tersebut.
Rofiq menilai kehadiran petugas di titik tersebut dapat membantu mengurangi aksi melawan arah. Ia berharap pengawasan dilakukan secara rutin agar pelanggaran tidak terus berulang.
“Kalau ada petugasnya di situ mungkin agak takut, tapi kalau sudah enggak ada ya ada lagi yang lawan arah,” ujarnya.
Ia juga berharap pengendara yang nekat melawan arah dapat diberikan tindakan tegas.
“Ya harus sering dijaga. Kalau ada petugas mungkin orang enggak berani. Terus mungkin ditilang juga kalau ketahuan,” kata Rofiq.




Post Comment