Senin, Juni 8, 2026
BisnisEkonomiPemerintahanSosial

Harga Telur Jatuh hingga Rp21 Ribu per Kg, Pemerintah Perkuat Penyerapan Lewat MBG

DAILYBEKASI.COM, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan peningkatan penggunaan telur ayam dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah menyerap produksi peternak yang terdampak anjloknya harga telur di tingkat kandang hingga sekitar Rp21 ribu per kilogram.

Usulan tersebut telah disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) melalui surat Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) tertanggal 8 Mei 2026. Selain mendorong peningkatan pemanfaatan telur dalam menu MBG, Kementan juga meminta agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG mengutamakan pembelian telur dari peternak lokal di sekitar wilayah operasional.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan pembelian telur dalam program tersebut harus dilakukan sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp26.500 per kilogram.

“Pelaksanaan pembelian sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah,” ujar Agung dalam keterangannya, Jumat (5/6).

Menurut Agung, pemerintah terus mengawal stabilisasi harga telur agar peternak rakyat tetap memperoleh harga yang layak. Ia menjelaskan tekanan harga yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan, melambatnya serapan pasar, serta distribusi yang belum optimal di sejumlah sentra produksi.

Menindaklanjuti usulan tersebut, BGN menerbitkan Surat Edaran Nomor SE/01/06/V/2026 yang mendorong peningkatan penggunaan telur dalam menu MBG, pembelian dari peternak lokal, serta pengadaan sesuai HAP yang berlaku.

Permasalahan harga telur juga menjadi perhatian pemerintah dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang digelar di Kantor Kementerian Perdagangan pada Kamis (4/6). Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut pemerintah telah berkoordinasi dengan BGN untuk memperkuat penyerapan telur di daerah yang mengalami tekanan harga, khususnya sentra produksi di Jawa Timur.

“Kemarin ada beberapa daerah, terutama di Jawa Timur, di Blitar, harga telur turun. Karena itu kami sudah berkoordinasi dengan BGN bahwa SPPG di daerah tersebut diwajibkan menyerap telur,” kata Budi.

Selain melalui program MBG, pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan telur dalam berbagai program pangan ketika terjadi kelebihan pasokan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menyerap produksi peternak sekaligus menjaga keseimbangan pasar.

Pemerintah juga berupaya mengoptimalkan manajemen penyerapan melalui SPPG sehingga komoditas pangan strategis seperti telur, ikan, dan daging ayam dapat terserap lebih baik saat terjadi surplus produksi di daerah sentra.

Sementara itu, harga telur ayam tercatat terus mengalami penurunan selama tiga bulan berturut-turut hingga mencapai sekitar Rp20.600 per kilogram di tingkat peternak. Kondisi tersebut memicu aksi ratusan peternak yang tergabung dalam Peternak Rakyat Blitar Raya di Blitar, Jawa Timur, untuk meminta perlindungan pemerintah.

Koordinator Peternak Rakyat Blitar Raya, Suyanto, mengatakan harga telur saat ini berada jauh di bawah harga pokok produksi (HPP) yang mencapai Rp23 ribu per kilogram.

“Harga telur di kandang saat ini sekitar Rp20.600 per kilogram, sementara HPP kami Rp23 ribu per kilogram. Padahal HAP berada di kisaran Rp24.500 hingga Rp26.500 per kilogram,” ujarnya.

Ia menambahkan, beban peternak semakin berat akibat kenaikan biaya produksi, terutama harga pakan ternak. Harga pakan ayam kemasan 50 kilogram dilaporkan naik hingga Rp30 ribu per karung, sementara harga jagung sebagai bahan baku utama pakan masih bertahan pada kisaran Rp6.400 hingga Rp6.500 per kilogram.

Menurut Suyanto, kondisi tersebut membuat sebagian peternak terpaksa menjual aset pribadi untuk mempertahankan usahanya. Di sisi lain, peternak juga mengkhawatirkan rencana masuknya investor asing ke sektor peternakan ayam yang dinilai dapat semakin menekan keberlangsungan usaha peternak rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *