Jumat, Juni 5, 2026
PemerintahanSosial

MRT Jakarta Bakal Tembus Bekasi dan Cikarang, Proyek East-West Mulai Dilelang

DAILYBEKASI.COM, JAKARTA – PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan rencana perpanjangan layanan MRT hingga wilayah Bekasi dan Tangerang terus berproses. Proyek MRT lintas Timur-Barat (East-West) yang akan menghubungkan Cikarang hingga Balaraja saat ini telah memasuki tahap pelelangan untuk pekerjaan persiapan pada fase awal pembangunan.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, mengatakan pengembangan jaringan MRT ke wilayah penyangga Jakarta dilakukan untuk mendukung integrasi transportasi publik sekaligus mengurangi kemacetan yang selama ini dipengaruhi tingginya mobilitas masyarakat dari dan menuju Jakarta.

“MRT ingin membantu pemerintah pusat maupun daerah dalam membangun konektivitas transportasi yang tidak hanya berhenti di wilayah Jakarta, tetapi juga menjangkau daerah penyangga. Kemacetan Jakarta juga disumbang oleh pergerakan masyarakat dari wilayah sekitar,” ujar Tuhiyat, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, proyek MRT lintas Timur-Barat telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Jalur tersebut direncanakan membentang dari Balaraja di sisi barat hingga Cikarang di sisi timur dengan panjang sekitar 84 kilometer.

Sepanjang koridor tersebut akan dibangun 48 stasiun serta tiga depo MRT. Berdasarkan hasil kajian awal, jalur ini diproyeksikan mampu melayani sekitar 600 ribu penumpang setiap hari.

Pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Pada fase 1 tahap 1, proyek mencakup pembangunan jalur Tomang-Medan Satria serta depo MRT di kawasan Rorotan, Jakarta Utara. Selanjutnya fase 1 tahap 2 akan menghubungkan Tomang dengan Kembangan.

Sementara pada fase 2, pembangunan akan dilanjutkan dari Balaraja menuju Kembangan serta dari Medan Satria hingga Cikarang.

Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina, menjelaskan paket pekerjaan persiapan untuk fase awal saat ini telah memasuki proses pelelangan. Fokus pembangunan tahap pertama berada pada koridor Tomang hingga Medan Satria yang terdiri atas sekitar 12 paket pekerjaan.

“Paket pekerjaan persiapan atau small package sudah mulai dilelang. Fokus saat ini adalah jalur dari Medan Satria sampai Tomang,” kata Weni.

Ia menjelaskan, jalur Tomang-Medan Satria memiliki panjang sekitar 24,5 kilometer. Selain itu, akan dibangun jalur penghubung menuju depo MRT di Rorotan sepanjang 5,7 kilometer.

Sebagian trase akan dibangun melayang (elevated) dan sebagian lainnya berada di bawah tanah (underground). Jalur elevated direncanakan berada pada ruas Tomang-Grogol serta Pakulonan hingga Cakung Barat dan Medan Satria.

Sementara jalur bawah tanah akan membentang dari kawasan Roxy, Petojo, Cideng, Thamrin, Kwitang hingga Galur dengan total panjang sekitar sembilan kilometer.

MRT Jakarta menargetkan pekerjaan konstruksi proyek lintas Timur-Barat dapat dimulai pada akhir tahun 2026. Saat ini proses tender masih berlangsung dan didominasi oleh kontraktor serta investor asal Jepang karena proyek tahap awal masih menggunakan skema pendanaan pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

“InsyaAllah mulai akhir tahun ini. Saat ini masih dalam proses lelang dan karena masih menggunakan JICA Loan, mitra yang terlibat mayoritas dari Jepang,” pungkas Weni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *