Pembunuhan Berencana WNA Korea Selatan di Bekasi, Pelaku Sewa Eksekutor Profesional
DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Kepolisian Resor Metro Bekasi berhasil mengungkap kasus kematian seorang warga negara Korea Selatan berinisial BS yang sempat menggemparkan warga Kabupaten Bekasi. Dari hasil penyelidikan, polisi memastikan korban menjadi sasaran pembunuhan berencana yang telah dipersiapkan sejak beberapa bulan sebelumnya.
Dalam kasus tersebut, penyidik menetapkan dua tersangka, yakni SJ yang merupakan mantan istri korban dan HW yang berperan sebagai pelaku eksekusi. Keduanya kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni menjelaskan, penyelidikan mengarah kepada adanya konflik pribadi yang telah berlangsung cukup lama antara SJ dan korban. Perselisihan tersebut diduga menjadi pemicu utama hingga muncul rencana menghilangkan nyawa korban.
Menurutnya, SJ diduga tidak bertindak sendiri. Untuk melancarkan aksinya, ia merekrut HW dan memberikan sejumlah uang yang totalnya mencapai Rp139 juta. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan aksi sekaligus sebagai imbalan atas tugas yang dijalankan.
Polisi juga menemukan fakta bahwa perencanaan pembunuhan tidak dilakukan secara spontan. HW disebut telah beberapa kali memantau aktivitas korban guna mengetahui rutinitas dan menentukan waktu yang dianggap tepat untuk melancarkan aksi.
“Motif yang terungkap sementara berkaitan dengan rasa sakit hati yang telah lama terjadi dan keinginan menguasai harta milik korban,” kata Sumarni, Selasa (2/6/2026).
Keberhasilan pengungkapan kasus ini berawal dari penyelidikan atas temuan jasad BS di kediamannya pada 27 Mei 2026 lalu. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh putri kandungnya dengan sejumlah luka yang mengindikasikan adanya tindak kekerasan.
Setelah mengumpulkan berbagai alat bukti dan keterangan saksi, penyidik berhasil menelusuri keterlibatan kedua tersangka. HW akhirnya ditangkap di wilayah Kota Bekasi, sementara SJ lebih dulu diamankan untuk dimintai pertanggungjawaban atas dugaan perannya sebagai pihak yang merencanakan kejahatan tersebut.
Saat ini, penyidik masih terus mengembangkan perkara guna memastikan ada atau tidaknya pihak lain yang turut membantu proses perencanaan maupun pelaksanaan pembunuhan tersebut. Polisi menegaskan akan mengusut kasus ini hingga tuntas.
