Sopir Truk Maut Rawalumbu Diamankan, Polisi Periksa Rem
DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Polisi menangkap sopir truk bermuatan semen berinisial TM setelah ia menabrak 12 orang di halte Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Insiden kecelakaan truk Rawalumbu tersebut mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan, polisi telah membawa TM ke Mapolres Metro Bekasi Kota untuk menjalani pemeriksaan. Hingga saat ini, penyidik masih memeriksa pengemudi tersebut dengan status sebagai saksi.
Meski demikian, polisi membuka kemungkinan meningkatkan status hukum TM menjadi tersangka apabila penyidik menemukan bukti yang cukup.
“Kami telah mengamankan sopir truk berinisial TM yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut. Yang bersangkutan telah diamankan dan sedang dalam proses pemeriksaan,” kata Putu di Bekasi, Minggu.
Penyidik kini mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan sejumlah saksi, serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah tersebut bertujuan mengungkap penyebab kecelakaan maut di Rawalumbu.
Polisi Periksa Rem Truk dan Dokumen Kendaraan
Dalam penyelidikan kecelakaan truk Rawalumbu, polisi turut memeriksa kondisi teknis kendaraan yang mengangkut semen tersebut. Pemeriksaan mencakup sistem pengereman, riwayat perawatan, hingga kelengkapan dokumen kendaraan.
Selain itu, penyidik akan memastikan apakah truk tersebut telah menjalani uji kelayakan kendaraan bermotor atau KIR sesuai ketentuan.
“Kami juga akan memeriksa dokumen kendaraan untuk melengkapi proses penyelidikan,” ujar Putu.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk mengetahui apakah gangguan teknis kendaraan menjadi penyebab truk kehilangan kendali hingga menabrak warga yang sedang menunggu angkutan umum.
Kronologi Kecelakaan Truk di Rawalumbu Bekasi
Berdasarkan keterangan sementara sejumlah saksi, kecelakaan bermula ketika truk bernomor polisi B 9548 MV melaju dari arah timur menuju barat.
Saat melewati jalan menurun, sistem pengereman truk diduga mengalami gangguan. Pengemudi kemudian berusaha membanting setir untuk mengarahkan kendaraan mendekati tembok pembatas kampus BSI di Jalan Cut Mutia, Rawalumbu.
Namun, upaya tersebut tidak menghentikan laju kendaraan. Truk akhirnya menghantam 12 orang yang sedang menunggu angkutan umum di halte depan gerbang kampus tersebut.
Polisi masih mendalami keterangan para saksi untuk memastikan rangkaian kejadian dan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan gangguan rem juga masih menjadi bagian dari penyelidikan.
Kecelakaan Truk Rawalumbu Tewaskan Enam Orang
Kecelakaan maut di Rawalumbu tersebut mengakibatkan 12 orang menjadi korban. Enam orang meninggal dunia, termasuk seorang anak, sedangkan enam korban lainnya mengalami luka-luka.
Kapolres Metro Bekasi Kota menyampaikan bahwa petugas telah mengevakuasi seluruh korban ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Enam korban meninggal dunia dibawa ke RS Siloam Rawa Panjang dan RSUD Kota Bekasi. Sementara itu, enam korban luka-luka menjalani perawatan di RS Juwita dan RS Siloam Rawa Panjang.
Putu menyampaikan keprihatinan atas kecelakaan yang merenggut enam nyawa tersebut. Ia juga memastikan jajarannya terus mengusut peristiwa itu.
Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan bukti dan mendalami berbagai faktor yang berkaitan dengan kecelakaan truk Rawalumbu, termasuk kondisi teknis kendaraan, kelengkapan dokumen, serta kemungkinan unsur kelalaian pengemudi.



Post Comment