Selasa, Juni 23, 2026
EkonomiHukumPemerintahanSosial

PB PMII Gelar Unjuk Rasa di DPR, Desak Penguatan Ekonomi Nasional

DAILYBEKASI.COM, JAKARTA — Massa mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Bintang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah, termasuk penegakan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, penguatan kemandirian ekonomi nasional, serta peningkatan kesejahteraan guru.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa tiba sekitar pukul 15.45 WIB setelah melakukan long march dari kawasan Semanggi menuju Gedung DPR RI. Aksi dikawal satu unit mobil komando, sementara para peserta mengenakan jas almamater organisasi masing-masing dan membawa spanduk serta poster berisi tuntutan.

Situasi sempat memanas ketika sejumlah peserta aksi mencoba membakar ban dan keranda buatan di sekitar lokasi demonstrasi. Massa juga sempat berupaya melakukan blokade jalan di depan kompleks parlemen.

Petugas kepolisian yang berjaga kemudian bergerak cepat memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) serta menertibkan massa yang berusaha menutup akses jalan.

Ketegangan sempat terjadi antara petugas dan demonstran akibat aksi pembakaran serta percobaan penutupan jalan tersebut. Meski demikian, mahasiswa tetap melanjutkan orasi secara bergantian di depan Gedung DPR RI.

Aksi unjuk rasa juga berdampak pada arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto. Lajur paling kiri dari arah Slipi menuju Semanggi yang berada tepat di depan Gedung DPR RI tidak dapat dilalui kendaraan. Akibatnya, kepadatan kendaraan terjadi sebelum titik aksi, meski lalu lintas kembali lancar setelah melewati kawasan DPR RI.

Dalam aksi tersebut, PB PMII menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah. Salah satunya adalah meminta pemerintah menjalankan amanat UUD 1945 secara konsisten, memperkuat kemandirian ekonomi nasional, melakukan evaluasi atau reset terhadap Badan Gizi Nasional (BGN), serta meningkatkan kesejahteraan guru sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas pendidikan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *