KRL Terintegrasi, KAI Tambah Pemberhentian KA Jarak Jauh di Bekasi

KRL di stasiun Jatinegara

DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Penumpang KRL Commuter Line di wilayah Bekasi dan Cikarang mendapat kemudahan baru untuk mengakses perjalanan kereta api jarak jauh. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menambah titik pemberhentian kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara mulai 1 Desember 2026.

Kebijakan tersebut memungkinkan masyarakat di wilayah penyangga Jakarta naik dan turun kereta api jarak jauh dari stasiun yang terhubung dengan layanan KRL. Dengan demikian, penumpang tidak harus menuju Stasiun Pasar Senen atau Gambir untuk memulai perjalanan.

Penambahan layanan ini merupakan bagian dari penyesuaian Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026. KAI mengambil langkah tersebut untuk meningkatkan akses transportasi sekaligus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan penambahan pemberhentian mempertimbangkan meningkatnya aktivitas penumpang di Stasiun Jatinegara, Bekasi, dan Cikarang.

Menurutnya, konektivitas ketiga stasiun dengan KRL Commuter Line dapat mempermudah masyarakat yang ingin melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api jarak jauh.

“Di Jakarta ini dari Pasar Senen dan Gambir itu kami menambah perjalanan kereta yang naik turun baik itu di Jatinegara, Bekasi, dan juga Cikarang. Peningkatan kebutuhan orang naik kereta dari stasiun ini yang terkoneksi dengan KRL membuat penumpang dari Cikarang dan Bekasi tidak perlu lagi ke Pasar Senen atau Gambir,” ujar Anne kepada awak media di Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).

KAI Sesuaikan Jadwal Kereta Jarak Jauh dalam Gapeka 2026

Selain menambah titik pemberhentian, KAI juga melakukan penyesuaian waktu perjalanan sejumlah kereta api jarak jauh. Beberapa perjalanan bahkan mengalami penghematan waktu tempuh hingga lebih dari satu jam.

Salah satunya KA Kahuripan relasi Blitar–Kiaracondong yang mengalami pemangkasan waktu perjalanan hingga 92 menit.

Kemudian, KA Pasundan relasi Surabaya Gubeng–Kiaracondong menjadi lebih cepat 53 menit. Sementara itu, KA Airlangga relasi Surabaya Pasarturi–Pasar Senen mengalami penghematan waktu hingga 52 menit.

Anne menjelaskan, KAI telah mengatur pola perjalanan untuk menjaga ketepatan waktu meskipun terdapat penambahan pemberhentian di sejumlah stasiun.

“Di dalam Gapeka ini juga kami sudah menyiapkan puluhan kereta yang sudah bisa kami kurangi waktu tempuhnya sampai 90 menit. Kalaupun ada kereta-kereta yang menambah waktu tempuhnya karena penambahan layanan perhentian, itu kami coba selalu di bawah 10 menit,” jelasnya.

KRL dan KA Jarak Jauh Permudah Mobilitas Warga Bekasi

Integrasi layanan KRL Commuter Line dengan kereta api jarak jauh memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat Bekasi dan Cikarang. Penumpang dapat memanfaatkan konektivitas antarlayanan kereta untuk menjangkau berbagai kota tujuan.

Sebelumnya, masyarakat yang ingin menggunakan sejumlah layanan kereta api jarak jauh dari Jakarta perlu menuju Stasiun Pasar Senen atau Gambir. Dengan penambahan pemberhentian ini, akses perjalanan menjadi lebih dekat bagi warga di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Kebijakan ini juga mendukung mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi umum untuk perjalanan antarkota maupun aktivitas sehari-hari.

Melalui Gapeka 2026, KAI berupaya memperluas akses layanan kereta api bagi masyarakat. Penambahan pemberhentian di Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara juga memperkuat konektivitas transportasi. Dengan demikian, penumpang memiliki lebih banyak pilihan perjalanan untuk menunjang aktivitas mereka.

Post Comment