Disdik Kabupaten Bekasi Dukung Edukasi Kesehatan Mata bagi 1.700 Siswa Sekolah Dasar

DAILYBEKASI.COM, CIKARANG – Sebanyak 1.700 siswa sekolah dasar di wilayah Sukaresmi, Kabupaten Bekasi, mengikuti pemeriksaan kesehatan mata gratis dalam rangka memperingati World Sight Day (WSD) 2026. Kegiatan yang diselenggarakan PT Vision-Ease Asia bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, IROPIN, GAPOPIN, dan RS EMC ini berlangsung di SD Negeri Sukaresmi 06, Cikarang Selatan, pada Kamis (8/10/2026).

Program Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut mencakup pemeriksaan mata gratis, pemberian kacamata, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata sejak usia dini. Kegiatan ini diikuti siswa dari SDN Sukaresmi 01, SDN Sukaresmi 02, dan SDN Sukaresmi 06.

Melalui program tersebut, PT Vision-Ease Asia berupaya meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan penglihatan di kalangan anak usia sekolah dasar. Deteksi dini gangguan penglihatan diharapkan dapat membantu mencegah masalah penglihatan yang berpotensi mengganggu konsentrasi dan proses belajar siswa.

Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan mata oleh dokter dari RS EMC bersama tim IROPIN/GAPOPIN, penyerahan kacamata gratis secara simbolis, serta pemeriksaan mata yang dilakukan oleh tim GAPOPIN.

Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Pranoto, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia.

“Hari ini bukan sekadar sebuah kegiatan sosial. Hari ini adalah bentuk nyata dari kepedulian kita terhadap kesehatan mata dan kualitas masa depan anak-anak Indonesia.”

Pranoto juga menyampaikan bahwa peringatan World Sight Day merupakan momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mata. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan program CSR tersebut.

“Melalui kegiatan CSR World Sight Day Tahun 2026 ini, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak. CSR bukan hanya tentang memberikan bantuan. CSR adalah tentang membangun kepedulian, menciptakan kesempatan, dan memberikan kontribusi nyata. Dan ketika sasarannya adalah anak-anak, sesungguhnya kita sedang berinvestasi untuk masa depan,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi para siswa, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekolah. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk mendorong deteksi dini serta memastikan anak-anak memperoleh kesempatan belajar dan berkembang dengan kondisi penglihatan yang sehat.

“Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata, tidak hanya bagi para siswa, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekolah. Mari kita bersama-sama membuka mata terhadap pentingnya kesehatan mata, bergerak bersama untuk deteksi dini, dan memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan meraih cita-citanya dengan penglihatan yang sehat,” tutupnya.

Pada akhir sambutannya, Pranoto menyampaikan pantun yang mengajak siswa untuk menjaga kesehatan mata demi masa depan yang lebih baik.

Ke sekolah pagi membawa buku, Buku dibaca penuh semangat. Mari jaga mata sejak dahulu, Agar masa depan semakin hebat.

Peringatan World Sight Day 2026 ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mata anak usia sekolah dasar, sekaligus mendorong pemeriksaan dan penanganan gangguan penglihatan sedini mungkin agar tidak menjadi hambatan dalam meraih prestasi akademik.

Post Comment