Motor Listrik Viral di Bekasi, TNI dan BGN Buka Suara

Badan Gizi Nasional, TNI dan Kejagung berikan klarifikasi terkait motor listrik di Bekasi yang viral di media sosial.

DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Deretan motor listrik di sebuah lahan terbuka di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memicu perbincangan warganet. Foto dan video kendaraan tersebut ramai beredar di media sosial. TNI, Badan Gizi Nasional (BGN), dan Kejaksaan Agung (Kejagung) pun memberikan klarifikasi terkait dugaan kepemilikannya.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Letkol Arh Noor Iskak menegaskan bahwa motor trail listrik tersebut bukan milik TNI. Ia juga mengaku belum mengetahui identitas pemilik kendaraan itu.

“Bukan,” ujar Noor Iskak saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (21/10/2026).

Noor mengatakan, pihaknya telah mengecek informasi tersebut hingga ke satuan di bawah jajaran Kodam Jaya. Namun, hasil pemeriksaan tidak menemukan data kepemilikan motor seperti dalam video viral.

Ia juga meminta pihak yang pertama kali menyebut motor tersebut milik TNI agar memberikan informasi pendukung. Identitas personel yang dimaksud dapat membantu TNI menelusuri kebenaran informasi itu.

Motor Listrik di Kabupaten Bekasi Viral di Media Sosial

Foto dan video deretan motor listrik itu ramai diperbincangkan setelah warganet membagikannya melalui platform Threads. Rekaman tersebut memperlihatkan sejumlah motor trail listrik berjajar di lahan terbuka tanpa atap.

Lokasi itu juga menyimpan berbagai barang bekas. Tumpukan rongsokan, sebuah ekskavator, dan truk pengangkut material terlihat di sekitar kendaraan. Sebuah truk kecil bermuatan ban juga tampak tidak jauh dari deretan motor.

Beberapa orang terlihat beraktivitas di area tersebut. Namun, rekaman itu belum menjelaskan siapa pemilik motor maupun alasan mereka menempatkan kendaraan di lokasi tersebut.

Kemunculan motor-motor itu memunculkan beragam dugaan di media sosial. Salah satunya mengaitkan kendaraan tersebut dengan pengadaan motor listrik oleh Badan Gizi Nasional.

BGN Pastikan Motor Listrik Viral Bukan Hasil Pengadaan 2025

BGN turut menanggapi dugaan keterkaitan motor dalam video dengan pengadaan kendaraan pada 2025. Pengadaan tersebut sebelumnya juga menjadi sorotan publik.

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, mengatakan pihaknya telah memeriksa rekaman yang beredar. Tim BGN kemudian membandingkan ciri-ciri motor dalam video dengan kendaraan hasil pengadaan mereka.
Menurut Tysa, kedua jenis kendaraan itu memiliki perbedaan.

“Itu bukan motor milik BGN. Kami sudah lakukan pengecekan dan membandingkan dari video yang teman-teman kirim itu dengan motor trail listrik pengadaan tahun 2025 yang jadi sorotan publik tersebut. Hasilnya berbeda,” kata Tysa saat dihubungi, Senin (19/10/2026).

Tysa menegaskan bahwa motor dalam rekaman tersebut bukan bagian dari pengadaan BGN pada 2025. Pernyataan itu sekaligus menjawab dugaan masyarakat mengenai keterkaitan kendaraan di Kabupaten Bekasi dengan instansinya.

Kejagung Tegaskan Motor Bukan Barang Bukti Korupsi

Kejaksaan Agung juga membantah dugaan bahwa deretan motor tersebut merupakan barang bukti perkara korupsi pengadaan motor listrik di lingkungan BGN.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, memastikan bahwa kendaraan dalam video bukan barang bukti perkara tersebut.

“Kami pastikan itu bukan barang bukti terkait BGN,” ujar Anang.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya menyimpan seluruh motor hasil pengadaan BGN di dalam gudang. Anang juga menilai ciri-ciri kendaraan dalam video berbeda dari motor yang menjadi barang bukti.

“Dan semua motor pengadaan BGN ada di dalam gudang. Dari ciri-ciri sangat berbeda,” katanya.

Keterangan Kejagung mempertegas bantahan terhadap dugaan keterkaitan motor viral dengan perkara tersebut. Namun, pernyataan itu belum mengungkap identitas pemilik kendaraan yang berada di Kabupaten Bekasi.

Siapa Pemilik Motor Listrik yang Viral di Bekasi?

TNI, BGN, dan Kejagung telah memberikan klarifikasi mengenai dugaan keterkaitan motor listrik tersebut dengan masing-masing instansi. Meski begitu, identitas pemilik sebenarnya masih menjadi tanda tanya.

Informasi yang tersedia juga belum menjelaskan asal-usul kendaraan maupun alasan seseorang menempatkannya di lahan terbuka tersebut.

Karena itu, penelusuran lebih lanjut masih diperlukan untuk mengungkap kepemilikan dan asal-usul deretan motor listrik tersebut.

Hingga berita ini ditulis, TNI telah membantah kepemilikan motor tersebut. BGN menyatakan ciri-cirinya berbeda dari kendaraan hasil pengadaan 2025. Sementara itu, Kejagung memastikan motor tersebut bukan barang bukti perkara yang dimaksud.

Post Comment