Penyerangan Pelajar di Jaka Mulya Bekasi Dipicu Persoalan Topi

DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Kasus penyerangan terhadap seorang pelajar SMK di kawasan Jaka Mulya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, berujung pada diamankannya 10 anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Polisi juga menyita sejumlah senjata tajam yang diduga berkaitan dengan aksi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya mengatakan, seluruh anak yang diamankan masih berstatus pelajar. Mereka berasal dari dua sekolah di wilayah Jakarta Timur dan saat ini menjalani pemeriksaan di Polsek Bekasi Selatan.

“Status mereka seluruhnya merupakan pelajar dan berasal dari dua sekolah di wilayah Jakarta Timur. Saat ini, mereka masih dilakukan pemeriksaan di Polsek Bekasi Selatan,” kata Verdika saat ditemui di Polres Metro Bekasi Kota, Kecamatan Medan Satria, Selasa (6/10/2026).

Polisi masih mendalami peran masing-masing ABH dalam penyerangan yang terjadi di Gang Asmawi RT 03 RW 01, Kelurahan Jaka Mulya, Kecamatan Bekasi Selatan tersebut.

Dari proses penanganan perkara, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu bilah celurit, satu bilah samurai, pakaian yang digunakan saat kejadian, serta sejumlah telepon seluler.

“Dalam perkara ini, penyidik menerapkan Pasal 307 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal tujuh tahun, atau Pasal 466 ayat (2) KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara, atau Pasal 472 huruf A KUHP dengan ancaman maksimal dua tahun enam bulan,” jelas Verdika.

Penyerangan Dipicu Persoalan Topi

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan adanya persoalan yang mendahului aksi penyerangan tersebut.

Verdika menjelaskan, kejadian bermula ketika kelompok pelajar tersebut melintas menggunakan sepeda motor secara berbarengan di sekitar lokasi. Situasi kemudian memanas setelah sebuah topi yang dikenakan salah satu anak dari kelompok tersebut diambil oleh pihak korban.

Pengambilan topi tersebut diduga membuat kelompok pelajar itu merasa tidak terima hingga kemudian terjadi penyerangan terhadap pelajar SMK.

Meski demikian, polisi masih mendalami rangkaian kejadian dan peran masing-masing anak yang diamankan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap secara utuh keterlibatan setiap ABH dalam perkara tersebut.

Post Comment