Hasto Soroti Perlindungan Lansia, 28 Sekolah Lansia di Bekasi Jadi Perhatian
DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Perhatian terhadap warga lanjut usia (lansia) kembali menjadi sorotan dalam peringatan Hari Lansia Sedunia di Kota Bekasi. Keberadaan sekolah lansia di wilayah tersebut disebut dapat menjadi wadah bagi warga lanjut usia untuk tetap aktif bersosialisasi sekaligus memperoleh akses pemeriksaan kesehatan.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut Kota Bekasi telah memiliki 28 sekolah lansia. Program tersebut dinilainya dapat menjadi salah satu contoh yang dikembangkan di daerah lain.
Pernyataan itu disampaikan Hasto saat menghadiri kegiatan peringatan Hari Lansia Sedunia dan Hari Kesehatan Mental Nasional di Kota Bekasi, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan sekitar 1.500 lansia.
“Dari Kota Bekasi, Pak Wali Kota sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan, Pak Tri, menunjukkan komitmennya dengan membuat sekolah lansia. Bahkan, sudah ada 28 sekolah lansia,” kata Hasto.
Menurut Hasto, sekolah lansia memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan sekadar menjadi tempat berkumpul. Ia menyebut program tersebut dapat menjadi ruang interaksi sosial sekaligus mendukung pemantauan kesehatan para lansia.
“Sekolah tersebut menjadi tempat mereka berkomunikasi, sekaligus memeriksa kesehatan, semacam posyandu bagi lansia,” ujarnya.
Didorong Jadi Program Strategis
Hasto mengatakan pengalaman Kota Bekasi dengan sekolah lansia dapat menjadi bahan pengembangan kebijakan di wilayah lain yang dipimpin kepala daerah dari PDI Perjuangan.
“Kita akan membangun kerja sama dan ini akan menjadi kebijakan strategis bagi kepala daerah dari PDI Perjuangan untuk membuat sekolah-sekolah bagi para lansia,” katanya.
Program sekolah lansia sendiri telah dikembangkan Pemerintah Kota Bekasi sebagai ruang pembelajaran dan aktivitas bagi warga lanjut usia. Pemkot Bekasi sebelumnya menyebut program tersebut mencakup upaya mendorong lansia tetap sehat, aktif, produktif, serta memiliki ruang untuk berinteraksi.
Hasto Minta Lansia Tidak Diabaikan
Dalam kesempatan tersebut, Hasto menekankan pentingnya perhatian terhadap kelompok lansia. Ia menilai lansia memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat karena menjadi bagian dari mata rantai antargenerasi.
“Tidak boleh ada satu pun lansia yang diabaikan oleh negara,” tegasnya.
Ia juga mendorong kader PDI Perjuangan untuk lebih aktif memberikan perhatian kepada warga lanjut usia, termasuk dengan mengunjungi mereka serta mengawal kebijakan yang menyediakan ruang sosial dan pelayanan bagi lansia.
Menurut Hasto, keberadaan ruang sosialisasi dibutuhkan agar lansia tidak merasa sendiri dan tetap mendapatkan dukungan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Para lansia agar tidak merasa sendirian, mendapatkan pelayanan kesehatan, serta memiliki ruang sosialisasi yang baik,” ujarnya.
Dikaitkan dengan Nilai Kemanusiaan
Hasto kemudian mengaitkan perhatian terhadap lansia dengan nilai kemanusiaan dan penerapan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ini adalah gerak kemanusiaan, karena para lansia merupakan akar dari seluruh rangkaian kehidupan,” katanya.
Ia menambahkan, dalam pandangan PDI Perjuangan, aktivitas politik tidak hanya berkaitan dengan kekuasaan, tetapi juga dengan upaya menghadirkan nilai kemanusiaan dalam kehidupan masyarakat.
“Politik itu berisi kemanusiaan,” ujarnya.
Hasto menyebut perhatian kepada lansia juga berkaitan dengan upaya menjaga hubungan antargenerasi, dengan menempatkan pengalaman generasi terdahulu sebagai bagian dari pembangunan masa depan.
“Bagi PDI Perjuangan, ini adalah gagasan besar tentang kemanusiaan, tentang pembumian Pancasila, tentang welas asih, serta bagaimana kita menempatkan jembatan antara masa lalu dan masa depan,” pungkasnya.




Post Comment