Dari Penjual Gorengan, Ayatulloh Terpilih Jadi Kades Pahlawan Setia
DAILYBEKASI.COM, BEKASI – Ayatulloh (41), penjual gorengan dan kopi di Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, terpilih sebagai Kepala Desa Pahlawan Setia untuk periode 2026-2034.
Keputusan Ayatulloh maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) berawal dari dorongan warga yang selama bertahun-tahun menjadi pelanggan warungnya. Dari percakapan sehari-hari, ia mendengar berbagai persoalan dan aspirasi masyarakat yang kemudian mendorongnya untuk ikut mencalonkan diri.
“Banyak saudara yang berbicara. Katanya, udah nyalon aja lu besok. Jadi istilahnya saya diusung sama warga,” ujar Ayatulloh, Minggu (27/9/2026).
Sebelum terjun ke pemerintahan desa, Ayatulloh menjalani berbagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia pernah bekerja sebagai buruh pabrik. Namun, ketika mendapat rencana mutasi ke Kalimantan, ia memilih tidak mengambil keputusan tersebut dan akhirnya berhenti bekerja tanpa memperoleh pesangon.
Ia kemudian bekerja sebagai pembantu tukang bangunan atau kenek sebelum memutuskan membuka usaha gorengan dan kopi.
Setiap hari, Ayatulloh mulai berjualan sekitar pukul 15.00 WIB hingga subuh. Dari usaha tersebut, ia mengaku memperoleh keuntungan sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari.
Pada 2018, Ayatulloh mendapat kesempatan bekerja di Pemerintah Desa Pahlawan Setia sebagai staf perencanaan pembangunan desa. Meski sudah bekerja di pemerintahan desa, ia tetap menjalankan usaha gorengan dan kopi untuk menambah penghasilan keluarga.
Rutinitas berjualan tersebut membuat Ayatulloh terus berinteraksi dengan warga. Warung sederhana yang menjadi tempatnya mencari nafkah selama hampir satu dekade itu sekaligus menjadi tempat ia mendengar berbagai persoalan masyarakat.
Salah satu aspirasi yang ia dengar berkaitan dengan penyaluran bantuan kepada masyarakat. Menurut Ayatulloh, warga berharap bantuan dapat lebih diprioritaskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Selain bantuan, persoalan tempat pemakaman umum (TPU) juga menjadi salah satu aspirasi yang banyak disampaikan warga, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan perumahan.
Aspirasi tersebut kemudian menjadi bagian dari rencana pembangunan yang ingin diperjuangkannya setelah memimpin Desa Pahlawan Setia.
“Ke depan saya akan prioritaskan pengadaan makam umum dan saluran drainase,” kata dia.
Sempat Dicibir karena Berjualan Gorengan
Keputusan Ayatulloh maju dalam Pilkades tidak sepenuhnya mendapat respons positif. Ia mengaku sempat diragukan karena tidak memiliki modal besar. Pekerjaannya sebagai penjual gorengan juga menjadi bahan cibiran.
“Saya dikata-katain enggak punya uang, kok tukang gorengan nyalon lurah. Nanti kalau jadi lurah bisa apa, benahin desa,” ujarnya.
Ia bahkan pernah diminta menjual rumah untuk membiayai pencalonannya.
“Ada juga yang bilang, jual rumah. Nanti kalau kalah nyalon lu mau tidur di mana? Di kolong jembatan?” tutur Ayatulloh.
Meski mendapat cibiran, Ayatulloh tetap melanjutkan pencalonannya. Perkataan tersebut justru dijadikannya sebagai motivasi untuk terus mengikuti proses Pilkades.
“Malah itu menjadi motivasi saya buat makin semangat mencalonkan diri sebagai kepala desa,” katanya.
Keputusan maju sebagai calon kepala desa juga mendapat dukungan dari orangtuanya. Ayatulloh mengingat pesan ayahnya agar tidak menyalahgunakan anggaran desa apabila kelak terpilih.
“Nanti kalau udah jadi kepala desa, uang yang masuk ke mulut lu dan anak bini lu jangan coba-coba makan dari uang anggaran,” kata Ayatulloh menirukan pesan ayahnya.
Tinggalkan Warung untuk Fokus Memimpin Desa
Setelah terpilih sebagai Kepala Desa Pahlawan Setia, Ayatulloh menyadari ada pekerjaan yang harus ditinggalkannya. Ia tidak lagi dapat berjualan setiap sore hingga dini hari seperti sebelumnya.
Penghasilan dari usaha gorengan dan kopi tersebut rela ia tinggalkan agar dapat fokus menjalankan tugas sebagai kepala desa.
“Itu rela saya tinggalin, demi buat pemerintahan lebih baik lagi dari yang kemarin,” katanya.
Meski demikian, Ayatulloh tidak ingin usaha yang telah menjadi sumber penghidupan keluarganya selama bertahun-tahun berhenti begitu saja.
Ia berencana mengembangkan usaha gorengan sebagai salah satu kegiatan ekonomi masyarakat melalui program UMKM desa. Menurutnya, program tersebut dapat diarahkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan program ketahanan pangan.
“Nanti anggarannya ada dari pusat. Nanti kita alokasikan yang namanya BUMDes, ketahanan pangan,” ujarnya.
Untuk menentukan prioritas pembangunan, Ayatulloh berencana turun langsung ke setiap wilayah di Desa Pahlawan Setia dan melihat persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kini, ia ingin menjalankan amanah sebagai kepala desa dengan melibatkan masyarakat dalam pembangunan.
“Yang penting buat saya, saya akan bangun Desa Pahlawan Setia dan saya akan berbuat amanah. Itu yang saya lakukan,” ujar dia.




Post Comment