KDM Kembali Temui Korban Kebakaran SPBE Cimuning, Bantuan hingga Rp40 Juta Disalurkan
DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menemui warga terdampak kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Sabtu (12/9/2026).
Dalam kunjungan keduanya tersebut, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) memantau kondisi para korban sekaligus menyerahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
Bantuan diberikan kepada korban meninggal dunia, korban luka-luka, serta warga yang rumah dan tempat usahanya mengalami kerusakan akibat kebakaran SPBE.
Salah seorang warga RT 01 RW 03 Cimuning, Ningsih, mengatakan kedatangan KDM sangat membantu warga yang terdampak. Ia menyebut sebagian warga telah menunggu bantuan selama hampir enam bulan sejak kejadian.
“Ini kami di Kelurahan Cimuning dalam rangka menyambut kehadiran KDM yang kami harapkan juga, akhirnya dia datang. Ini untuk kedua kalinya datang untuk membantu korban SPBE yang hampir sudah enam bulan yang belum ada ganti rugi dari pihak SPBE,” kata Ningsih di lokasi, Sabtu (12/9/2026).
Ningsih merupakan salah satu warga yang rumahnya mengalami kerusakan cukup berat akibat kebakaran. Ia mengaku menerima bantuan sebesar Rp40 juta dari Pemprov Jawa Barat.
Menurutnya, bantuan tersebut diberikan melalui rekening yang dibuatkan oleh Bank BJB sehingga dana dapat diambil secara mandiri melalui mekanisme transfer.
“Alhamdulillah banget, itu benar-benar membantu banget. Rumah kami habis terbakar, kami dari usaha kontrakan juga tidak ada pemasukan untuk sehari-hari. Ngandelin suami doang, kerja kan tidak cukup buat sehari-hari. Bantuan ini cukup bagi kami,” ujarnya.
Ningsih mengatakan rumahnya hingga kini belum diperbaiki sejak kebakaran terjadi. Karena itu, bantuan tersebut dinilai sangat berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
Sementara itu, Camat Mustikajaya Maka Nachrowi mengatakan bantuan Pemprov Jawa Barat diberikan kepada korban meninggal dunia, korban luka-luka, serta warga yang mengalami kerusakan bangunan.
Tercatat sebanyak 17 korban luka dan meninggal dunia mendapatkan bantuan. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada warga yang bangunannya terdampak.
“Kemudian untuk yang kerusakan bangunan ini ada 14 KK yang mendapat bantuan,” kata Maka.
Untuk warga dengan bangunan terdampak, besaran bantuan berbeda-beda, yakni mulai dari Rp10 juta, Rp20 juta, hingga maksimal Rp40 juta. Nilai bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing bangunan.
Maka menjelaskan, penentuan besaran bantuan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi kerusakan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), yang kemudian diverifikasi kembali oleh Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Perumahan dan Permukiman Jawa Barat.
“Karena sudah diverifikasi oleh KJPP, atas dasar itu dari jumlah bangunan yang rusak, kemudian diverifikasi lagi oleh Pemprov Jawa Barat, dalam hal ini oleh Dinas Perkimtan Jawa Barat, sesuai dengan kondisi kerusakan bangunan rumah tinggal,” jelasnya.
Namun, tidak seluruh bangunan terdampak telah menerima bantuan. Dari total 43 rumah dan tempat usaha yang sebelumnya diusulkan, baru sebagian yang mendapatkan bantuan.
Maka menyebut sekitar 25 kios dan warung masih diminta untuk kembali diusulkan agar dapat diverifikasi dan dipertimbangkan menerima bantuan.
“Kami usulkan 43, diverifikasi oleh Pemprov Jawa Barat, kemudian lahirlah 18 yang dapat. Sisanya tadi diminta diusulkan kembali,” ungkapnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi telah menyampaikan bahwa Pemprov Jawa Barat menyiapkan bantuan bagi warga terdampak kebakaran SPBE Cimuning. Bantuan tersebut ditargetkan mulai diserahkan pada Senin (7/9/2026).
“Dari Pemprov juga sudah menyiapkan bantuan. Mudah-mudahan hari Senin sudah bisa kita serahkan,” kata Dedi saat ditemui di Gedung Pemkot Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Jumat (4/9/2026).
Dedi saat itu menjelaskan, besaran bantuan disesuaikan dengan kondisi masing-masing korban. Untuk korban meninggal dunia disiapkan bantuan Rp25 juta, sementara biaya pengobatan korban luka ditanggung pemerintah.
Adapun rumah warga yang terdampak disiapkan bantuan hingga Rp40 juta sesuai kondisi kerusakannya.




Post Comment