Jumat, Juli 17, 2026
PemerintahanSosial

995 KK di Pebayuran Terima Bantuan Air Bersih Akibat Dampak Musim Kemarau

DAILYBEKASI.COM, KABUPATEN BEKASI – Dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Bekasi. Sebanyak 995 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3.305 jiwa di Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, menerima bantuan 15.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat berkurangnya ketersediaan air.

Bantuan tersebut disalurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum sebagai langkah penanganan krisis air bersih di wilayah terdampak musim kemarau.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Pebayuran, Aan Rohimat, mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui BPBD dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa juga terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bekasi untuk memastikan distribusi air bersih dapat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.

Selain itu, sejumlah sarana penampungan air telah disiapkan guna memperlancar proses distribusi sehingga bantuan dapat disalurkan secara merata kepada masyarakat terdampak.

Pendataan kondisi di lapangan juga dipercepat dengan melibatkan perangkat desa. Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran bantuan berlangsung tepat sasaran sesuai kebutuhan warga di wilayah yang mengalami krisis air bersih.

Pemerintah turut mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bersih secara hemat. Bantuan yang diterima diharapkan diprioritaskan untuk kebutuhan pokok, seperti memasak, mandi, dan sanitasi, serta menghindari penggunaan air untuk keperluan yang tidak mendesak, seperti mencuci kendaraan.

Dengan koordinasi yang terus dilakukan antara pemerintah daerah dan pemerintah desa, kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau diharapkan tetap dapat terpenuhi hingga kondisi kembali normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *