Disdamkar Kabupaten Bekasi Ungkap Kunci Padamkan Kebakaran Hebat Palet Kayu di Kedungwaringin
DAILYBEKASI.COM, KABUPATEN BEKASI — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bekasi mengungkap strategi bloking menjadi kunci keberhasilan dalam mengendalikan kebakaran hebat yang melanda area penyimpanan palet kayu di Kampung Pacing, RT 05/06, Desa Waringinjaya, Kecamatan Kedungwaringin, Rabu (15/7/2026). Berkat strategi tersebut, kobaran api berhasil dicegah agar tidak merambat ke permukiman dan bangunan lain di sekitar lokasi.
Anggota Pemadaman Pleton 3 Disdamkar Kabupaten Bekasi, Riski Ramdan, mengatakan prioritas utama petugas saat tiba di lokasi bukan memadamkan titik api yang telah membesar, melainkan melindungi bangunan yang masih dapat diselamatkan.
“Prioritas kami bukan api yang sudah besar, tetapi bangunan yang belum terbakar. Kami blok sisi-sisi api supaya rambatannya terputus dan kerugian masyarakat bisa diminimalkan,” ujar Riski.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu akses menuju titik kebakaran sempat terhambat karena kobaran api telah mencapai tepi jalan dan kondisi warga masih panik. Setelah jalur berhasil dibuka, tim langsung melakukan pemetaan area untuk menentukan titik pengamanan dan arah penyebaran api.
Menurut Riski, proses pemadaman diawali dengan mengalirkan air ke lokasi, kemudian dilakukan mapping untuk menentukan area yang harus diblok agar api tidak menjalar ke bangunan di sekitarnya.
“Begitu air keluar, kami langsung melakukan mapping. Dari situ baru ditentukan bagian mana yang harus diblok dan mana yang harus diamankan lebih dulu,” katanya.
Strategi tersebut difokuskan untuk melindungi rumah warga dan kawasan industri di sekitar lokasi. Petugas membiarkan api yang berada di titik pusat tetap menyala sementara waktu, sembari memutus jalur rambatan api dari sisi luar.
“Yang sudah terbakar di tengah kami biarkan dulu. Yang penting api jangan sampai lompat ke kanan, kiri, atau belakang. Kalau rambatannya putus, baru kami masuk ke titik utama,” jelasnya.
Sekitar pukul 20.00 WIB, upaya bloking mulai menunjukkan hasil. Rambatan api berhasil dihentikan sehingga petugas dapat melanjutkan proses pemadaman pada titik utama serta melakukan pendinginan hingga pukul 01.00 WIB. Proses pendinginan berlangsung cukup lama karena bara api masih menyala di bawah tumpukan palet kayu.
Riski menyebut proses penanganan selama sekitar tujuh jam tergolong cepat untuk kebakaran dengan material palet kayu. Keberadaan saluran irigasi di dekat lokasi menjadi faktor penting karena memastikan pasokan air tetap tersedia selama operasi berlangsung.
Dalam penanganan tersebut, Disdamkar Kabupaten Bekasi mengerahkan 30 personel dan tujuh unit mobil pemadam, dibantu tim dari Kabupaten Karawang, PMI, TNI, Polri, serta relawan. Kolaborasi lintas instansi tersebut dinilai mempercepat proses pengendalian kebakaran.
“Dalam penanganan kebakaran besar, yang paling penting adalah membuka jalur, mengeluarkan air, lalu melakukan bloking. Itu cara paling efektif untuk menyelamatkan bangunan yang masih bisa diselamatkan,” tutur Riski.
Berdasarkan data di lapangan, kebakaran mengakibatkan sekitar 12 kios dan satu rumah terdampak, satu unit mobil terbakar, serta satu orang mengalami luka ringan.
Meski menimbulkan kerugian, strategi bloking yang diterapkan petugas berhasil mencegah kobaran api meluas ke kawasan permukiman yang lebih besar.
