Gangguan Listrik Meluas, Pemkot Bekasi Pastikan Pelayanan Publik Tetap Beroperasi
DAILYBEKASI.COM, KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan langkah antisipatif untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan di tengah gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir. Seluruh perangkat daerah diminta melakukan evaluasi dan menyiapkan sumber listrik cadangan berupa generator set (genset) guna menghindari terganggunya layanan kepada masyarakat.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa pelayanan publik harus tetap berjalan meskipun terjadi pemadaman listrik. Karena itu, ia telah menginstruksikan jajaran perangkat daerah untuk mengoptimalkan penggunaan genset yang tersedia di kantor-kantor pelayanan.
“Saya sudah minta kepada teman-teman di jajaran untuk melakukan evaluasi dan kemudian mempersiapkan diri dengan mempergunakan genset yang ada,” kata Tri usai apel pagi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (22/6).
Menurutnya, keberadaan genset menjadi langkah penting agar operasional pelayanan masyarakat tidak mengalami gangguan, terutama pada jam kerja.
“Sehingga dipastikan tidak ada pelayanan kepada masyarakat yang shutdown, terutama pada saat jam-jam kerja,” ujarnya.
Instruksi tersebut disampaikan menyusul meningkatnya keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Bekasi dalam beberapa hari terakhir. Warga menilai pemadaman yang berlangsung tanpa kepastian jadwal maupun durasi telah mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari.
Gangguan listrik tidak hanya berdampak pada pekerjaan rumah tangga, tetapi juga aktivitas belajar, pekerjaan yang bergantung pada jaringan internet, hingga operasional usaha kecil yang memerlukan pasokan listrik secara berkelanjutan.
Nanda Prasetya, warga Mustikajaya, mengaku pemadaman listrik yang kerap terjadi secara mendadak membuat aktivitas keluarganya terganggu.
“Sering mati tanpa kejelasan. Tadi siang juga sempat mati lagi. Jadi kita juga bingung mau mengatur aktivitas di rumah,” kata Nanda.
Selain menghambat aktivitas, ia juga mengkhawatirkan kondisi tersebut dapat berdampak pada peralatan elektronik rumah tangga.
“Yang dikhawatirkan itu rusak elektronik seperti kulkas. Soalnya kalau sering mati nyala, takutnya cepat rusak,” ujarnya.
Nanda berharap ada informasi yang lebih jelas mengenai penyebab maupun jadwal pemadaman listrik agar masyarakat dapat melakukan antisipasi lebih awal.
“Soalnya ini sering banget, hampir dua hari sekali mati. Harapannya ada informasi yang jelas supaya warga juga bisa lebih siap menghadapi kondisi seperti ini,” tandasnya.
Pemerintah Kota Bekasi memastikan akan terus memantau situasi dan melakukan langkah mitigasi agar pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah gangguan pasokan listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
