Minggu, Mei 31, 2026
Kota BekasiPemerintahanSosial

Pemkot Bekasi Bidik Dana Pusat untuk Bangun Underpass Nonon Sonthanie

DAILYBEKASI.COM, BEKASI TIMUR – Pemerintah Kota Bekasi mengajukan usulan bantuan pendanaan kepada Pemerintah Pusat untuk merealisasikan pembangunan underpass di Jalan Nonon Sonthanie, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi kemacetan parah akibat proyek Double-Double Track (DDT) PT KAI yang akan menutup perlintasan sebidang di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat pemerintah daerah tidak dapat membiayai proyek strategis tersebut secara mandiri.

“Untuk usulan underpass-nya itu kita coba usulkan ke Kementerian Perhubungan ataupun Kementerian PU secara anggaran. Karena kita di kota sendiri keterbatasan anggaran dan harus mencari opsi pendanaan lainnya,” ujar Idi Sutanto, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, pembangunan underpass menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya intensitas perjalanan kereta api pada jalur DDT PT KAI. Penutupan seluruh perlintasan sebidang tanpa disertai jalur alternatif dinilai berpotensi melumpuhkan mobilitas masyarakat di wilayah Bekasi Timur.

Pemerintah Kota Bekasi, kata Idi, telah memprediksi dampak lalu lintas dari proyek DDT sejak tiga hingga empat tahun terakhir. Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian setelah terjadinya kecelakaan fatal di perlintasan kereta api wilayah Bekasi Timur beberapa waktu lalu.

Saat ini, DBMSDA memprioritaskan pembangunan akses jalan pendekat sebagai tahap awal proyek. Jalan penghubung tersebut nantinya akan menghubungkan sisi utara dan selatan kawasan yang terpisah oleh jalur rel kereta api.

“Kita tahun depan lanjutin sedikit demi sedikit. Jalan aksesnya kita benahi dulu. Secara proyeksi, lahan yang dibutuhkan mencukupi. Kita tinggal membuat jalan pendekat dari arah utara ke arah selatan,” katanya.

Proyek underpass ini akan memanfaatkan lahan milik Perum Jasa Tirta (PJT) yang dinilai telah memenuhi kebutuhan ruang untuk pembangunan. Pemkot Bekasi menargetkan pengerjaan akses jalan pendekat dapat mulai dilaksanakan pada 2027 sambil menunggu kepastian dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

Selain pembangunan underpass di Jalan Nonon Sonthanie, Pemkot Bekasi juga menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengurai kepadatan lalu lintas akibat proyek DDT. Beberapa di antaranya yakni pengoperasian Flyover Bulak Kapal, usulan pembangunan Underpass Bulan-Bulan, serta pembangunan frontage road yang sejajar dengan jalur rel kereta api.

Melalui dukungan pendanaan dari kementerian terkait, Pemkot Bekasi berharap proyek underpass dapat segera terealisasi guna menjaga kelancaran mobilitas warga dan mencegah stagnasi lalu lintas di kawasan Bekasi Timur pada masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *