Pemprov Jabar Minta Warga Perhatikan Pembuangan Kotoran Hewan Kurban
DAILYBEKASI.COM, BANDUNG — Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat agar memperhatikan penanganan limbah hewan kurban usai penyembelihan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Warga diminta tidak membuang kotoran maupun sisa penyembelihan hewan ke sungai atau lingkungan sekitar rumah karena berpotensi mencemari lingkungan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Jawa Barat, Suprijanto, mengatakan masyarakat yang melakukan penyembelihan hewan kurban secara mandiri harus memastikan limbah ditangani dengan baik.
“Untuk penanganan limbahnya, tolong diperhatikan buat masyarakat, karena itu bisa mengganggu lingkungan. Misal di perkotaan, jadi tolong agar diperhatikan, sisa dari penyembelihan tidak mengganggu lingkungan. Bisa dikubur kalau ada halaman luas,” ujar Suprijanto saat dihubungi, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan kurban seharusnya tidak hanya menjadi momentum ibadah dan mempererat silaturahmi antarwarga, tetapi juga tetap memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar.
“Kurban ini salah satu hikmahnya kita bisa bertegur sapa dengan tetangga, bisa ngumpul, bisa ketawa bareng, bisa silaturahmi di lingkungan. Tapi tolong jangan lupa, lingkungan juga harus kita jaga,” katanya.
Selain persoalan limbah, DKPP Jawa Barat juga mengingatkan panitia kurban agar mendistribusikan daging kurban secepat mungkin setelah proses penyembelihan selesai. Pembagian daging diimbau dilakukan kurang dari lima jam guna mencegah pertumbuhan bakteri yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
“Pembagian daging kurban diusahakan kurang dari lima jam setelah penyembelihan,” ucapnya.
Di lapangan, masih banyak masyarakat di Kota Bandung yang memilih melakukan penyembelihan hewan kurban secara mandiri di lingkungan permukiman dibandingkan di Rumah Potong Hewan (RPH).
Sementara itu, DKPP Jawa Barat memastikan stok hewan kurban untuk Idul Adha 2026 di wilayah Jawa Barat dalam kondisi aman. Ketersediaan hewan kurban dipenuhi dari peternak lokal maupun pasokan dari luar daerah.
Berdasarkan data DKPP Jawa Barat, sebanyak 113.522 ekor hewan kurban yang terdiri dari sapi, kambing, kerbau, dan domba telah masuk ke wilayah Jawa Barat dalam enam bulan terakhir.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah membentuk tim seleksi bantuan kemasyarakatan serta tim pemeriksa kesehatan hewan kurban sejak pekan lalu. Hingga 15 Mei 2026, tercatat sebanyak 13.945 ekor hewan kurban telah menjalani pemeriksaan kesehatan.

