Kamis, Juli 9, 2026
Kota BekasiPemerintahanSosial

Rencana CFD di Jalan Veteran Tuai Sorotan, DPRD Minta Kajian Lalu Lintas Matang

DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menambah titik pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Veteran sekitar Alun-alun M Hasibuan menuai kritik dari DPRD Kota Bekasi.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, menilai perluasan lokasi CFD memang positif karena tingginya antusiasme masyarakat terhadap aktivitas olahraga di ruang publik. Namun, ia mengingatkan agar penentuan lokasi tidak mengganggu akses menuju fasilitas vital, khususnya RSUD Kota Bekasi.

“Rencana Pemkot untuk penambahan jalur ini sebenarnya bagus. Tapi yang kami garis bawahi itu pemilihan lokasinya,” ujar Latu, Sabtu (23/5/2026).

Menurut dia, kawasan Alun-alun M Hasibuan memiliki karakter berbeda dibanding area lain karena berada di sekitar sejumlah fasilitas publik penting, termasuk rumah sakit dan kawasan transportasi. Ia menegaskan akses menuju RSUD harus tetap dapat dilalui masyarakat selama 24 jam, terutama dalam kondisi darurat.

“Kalau ada kegawatdaruratan yang mengharuskan warga mengakses RSUD Kota Bekasi, ini bisa menjadi fatal kalau aksesnya terhambat karena CFD,” katanya.

Latu menilai pelaksanaan CFD yang biasanya berlangsung pukul 06.00 hingga 09.00 WIB berpotensi menimbulkan hambatan mobilitas kendaraan apabila tidak disertai rekayasa lalu lintas yang matang.

“Kecuali pemerintah bisa menjamin akses pasien ke RSUD tetap lancar. Selama belum ada jaminan dan kajian matang, jangan coba-coba,” ujarnya.

Selain dekat dengan RSUD Kota Bekasi, kawasan Alun-alun M Hasibuan juga berada di sekitar Stasiun Bekasi dan sejumlah fasilitas publik lain yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Karena itu, DPRD meminta Pemkot Bekasi mempertimbangkan dampak lalu lintas dan aksesibilitas sebelum memutuskan perluasan jalur CFD di lokasi tersebut.

“Kalau mau tetap di sana, rekayasa lalu lintasnya harus bisa mengurai kemacetan tanpa ganggu objek vital,” ucapnya.

Meski demikian, DPRD tetap mendukung rencana penambahan titik CFD di Kota Bekasi. Latu mengusulkan agar kegiatan tersebut digelar di lapangan kecamatan sebagai alternatif lokasi agar tidak mengganggu jalan utama maupun fasilitas vital lainnya.

“Jadi masyarakat lebih mudah menjangkau tanpa mengganggu objek vital lainnya,” kata dia.

Ia juga menilai konsep CFD di lapangan kecamatan dapat dikolaborasikan dengan aktivitas UMKM dan pasar rakyat sehingga memberi dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

“Nanti UMKM bisa diberdayakan, masyarakat juga bisa menikmati CFD lebih leluasa, kesehatan masyarakat juga lebih optimal karena difasilitasi pemerintah,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *