Rabu, Juni 10, 2026
BisnisPemerintahanSosial

Tarif Transjabodetabek Bakal Naik, Pramono Pastikan Subsidi Tetap Berjalan

DAILYBEKASI.COM, JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera memutuskan penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek. Meski demikian, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan subsidi transportasi umum tetap diberikan sehingga kebijakan tersebut tidak membebani masyarakat.

Pramono mengatakan, penyesuaian tarif sedang dikaji secara matang dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat serta upaya menjaga minat warga menggunakan transportasi umum.

“Enggak mungkin enggak disubsidi, pasti tetap akan disubsidi,” ujar Pramono di RSIA Bunda Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, pemerintah tidak ingin kenaikan tarif justru membuat masyarakat kembali beralih menggunakan kendaraan pribadi. Karena itu, besaran penyesuaian tarif akan dihitung secara cermat agar tetap terjangkau bagi pengguna.

Salah satu rute yang menjadi perhatian dalam kajian tersebut adalah Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini, tarif perjalanan pada rute tersebut masih sebesar Rp3.500.

Pramono menilai tarif tersebut masih sangat rendah jika dibandingkan dengan moda transportasi lain menuju Bandara Soekarno-Hatta, seperti bus antarkota maupun taksi.

“Kalau kemudian Rp3.500 untuk parkir di Soekarno-Hatta saja tidak cukup, maka yang begitulah akan ada penyesuaian,” katanya.

Ia menjelaskan, rencana penyesuaian tarif dilakukan karena Pemprov DKI saat ini menanggung beban subsidi yang cukup besar, termasuk biaya operasional dan pemeliharaan sejumlah fasilitas transportasi yang berada di luar wilayah administrasi Jakarta.

Di sisi lain, Pemprov DKI berkomitmen meningkatkan kualitas layanan Transjabodetabek melalui penambahan armada dan peningkatan pelayanan operasional. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong lebih banyak masyarakat beralih ke transportasi umum.

Pramono mengungkapkan, tingkat konektivitas transportasi umum di Jakarta saat ini telah mencapai 93 persen. Namun, tingkat pemanfaatannya oleh masyarakat masih berada di bawah 30 persen.

“Ini akan menjadi sangat baik kalau kemudian orang terus-menerus menggunakan transportasi umum sudah di atas angka 30 persen. Apakah bisa? Saya yakin bisa,” ujarnya.

Ia optimistis jumlah pengguna transportasi umum akan terus meningkat, terutama setelah adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mendorong masyarakat mencari moda transportasi yang lebih ekonomis. Selain itu, Pemprov DKI juga masih menggratiskan layanan transportasi umum bagi 15 golongan masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *