Gibran Rakabuming Raka Tinjau Kasus Keracunan MBG di Batang

DAILYBEKASI.COM , BATANG – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka tinjau penanganan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang pada Senin (28/9).

Gibran Rakabuming Raka didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau tiga titik yaitu RSUD Limpung, Puskesmas Bawang, dan SD Pasusukan Bawang guna melihat langsung kondisi korban sekaligus mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan MBG.

“Proses Investigasi sedang berjalan, tapi saya pastikan dilakukan dengan cepat dan hasil investigasi akan di informasikan kepada bapak-ibu secara terbuka dan transparan, kejadian ini tidak boleh berulang,” Kata Gibran Rakabuming Raka

Berdasarkan data SD Negeri Pasusukan, sebanyak 26 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, terdampak keracuban. Selain siswa, terdapat tujuh orang terdampak, termasuk kepala sekolah. Para korban mulai merasakan gejala secara bervariasi sejak Rabu (23/9/2026).

Kepala SD Negeri Pasusukan Maryana mengatakan, gejala tidak muncul secara bersamaan setelah makanan MBG dikonsumsi. Makanan tiba sekitar pukul 08.30 WIB, dan dikonsumsi siswa sekitar pukul 09.00 WIB, saat jam istirahat. Namun, keluhan baru muncul beberapa jam kemudian.

Menurut Maryana, waktu munculnya gejala pada siswa juga berbeda-beda. Ada yang mulai merasakan keluhan pada malam hari, ada pula yang baru mengalami gejala pada keesokan harinya.

“Kalau untuk anak-anak beragam dari mulai malam. Ada juga yang esok harinya. Enggak sama,” ujarnya.

Maryana mengatakan, 26 siswa yang terdampak telah pulang ke rumah. Sementara satu guru masih menjalani perawatan di RSUD Limpung. Keluhan yang paling banyak dirasakan adalah mual dan diare.

Dia berharap, kejadian tersebut menjadi perhatian agar pelaksanaan MBG ke depan semakin aman bagi anak-anak.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bawang, Ida Suryani, mengatakan, penanganan di puskesmas itu dimulai pada Rabu saat pasien berdatangan. Total ada 597 orang dengan rincian 32 orang rawat jalan di puskesmas, 384 orang rawat jalan, dan 182 orang dirujuk ke RSUD Limpung, RSUD Batang, dan Puskesmas Rawat Inap lainnya di Batang. Rentang usia korban mulai dari balita sampai lansia.

“Hari ini yang masih dirawat inap di sini ada 8 orang, dan kondisinya sudah cukup membaik,” kata dia.

Ida menjelaskan, keluhan yang diderita pasien saat tiba di Puskesmas Bawang adalah mual, sakit perut, muntah, diare, dan panas-dingin. Dari hasil pemeriksaan, belum diketahui secara pasti terkait penyebabnya. Hasil laboratorium baru akan keluar setelah 20 hari.

Ditambahkan, peristiwa keracunan tersebut menjadi pelajaran bersama, sehingga langkah antisipasi akan terus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang. Tentunya, dimulai dari pihak SPPG yang memiliki wewenang dalam penyediaan makanan untun MBG.

“Kita juga sudah kerja sama dengan SPPG untuk masalah kelaikan sanitasi higienisnya, puskesmas juga sering meninjau ke SPPG supaya tidak terjadi hal seperti ini lagi. Koordinasi dengan SPPG berjalan,” jelasnya.

Post Comment