Atasi Overkapasitas Sekolah Negeri, Bekasi Perluas Program Sekolah Swasta Gratis
DAILYBEKASI.COM, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi kembali menggulirkan Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) pada tahun ajaran 2026 sebagai langkah strategis mengakomodasi ribuan calon peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri akibat pengetatan kuota rombongan belajar (rombel).
Program tersebut dijalankan melalui kerja sama antara Pemkot Bekasi dan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi. Diperkirakan sekitar 4.000 calon siswa akan dialihkan ke sekolah swasta yang tergabung dalam program RSSG.
Sekretaris BMPS Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauly, mengatakan kebijakan tersebut merupakan solusi untuk mengatasi persoalan kelebihan kapasitas yang selama ini terjadi di sejumlah sekolah negeri.
“Sinergi melalui nota kesepahaman (MoU) ini adalah jalan keluar untuk mengurai kepadatan siswa di sekolah negeri yang selama ini melebihi daya tampung institusionalnya,” ujar Ayung, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, pada tahun ajaran sebelumnya jumlah siswa dalam satu rombel di sekolah negeri dapat mencapai 44 orang. Namun, untuk meningkatkan mutu dan efektivitas proses pembelajaran, Pemkot Bekasi mulai menurunkan kapasitas maksimal menjadi 40 siswa per rombel.
Kebijakan tersebut berdampak pada berkurangnya daya tampung sekolah negeri. Dari selisih empat siswa per rombel yang diterapkan di seluruh sekolah negeri, diperkirakan terdapat sekitar 4.000 calon siswa yang tidak lagi dapat diterima di sekolah negeri.
“Selisih empat siswa per rombel dari seluruh sekolah negeri itu jika diakumulasikan mencapai 4.000 anak. Seluruhnya akan kita alihkan ke swasta melalui skema sekolah swasta gratis,” kata Ayung.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, memastikan bahwa pembiayaan program RSSG akan difokuskan pada subsidi biaya pendidikan bagi siswa yang memenuhi kriteria penerima manfaat.
Menurut Bobihoe, hingga saat ini Pemkot Bekasi telah menjalin komunikasi dengan hampir 20 lembaga atau yayasan pendidikan swasta yang dinilai siap mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Untuk perguruan dan yayasan swasta yang sudah masuk dalam pembahasan kerja sama teknis jumlahnya hampir 20-an. Alokasi anggaran daerah untuk sementara kami fokuskan pada subsidi biaya pendidikan per siswa, belum menyentuh aspek pembangunan sarana maupun prasarana fisik sekolah,” ujarnya.
Program sekolah swasta gratis sendiri bukan kebijakan baru di Kota Bekasi. Program ini telah dirintis sejak 2023 melalui Dinas Pendidikan Kota Bekasi dengan memberikan pembebasan biaya pendidikan bagi siswa SD dan SMP swasta dari keluarga kurang mampu maupun siswa berprestasi yang tidak lolos seleksi sekolah negeri.
Melalui keberlanjutan program RSSG pada 2026, Pemerintah Kota Bekasi berharap dapat menekan angka anak putus sekolah, memperluas akses pendidikan yang setara, serta mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah swasta yang menerima subsidi pemerintah tanpa membedakan latar belakang sosial ekonomi peserta didik.
