Polisi Rekonstruksi Jalur Pelajar Bekasi ke Jakarta, Telusuri Titik Kumpul hingga Naik Truk

DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Polisi menelusuri jalur keberangkatan sejumlah pelajar dari Bekasi menuju Jakarta dalam penyidikan dugaan mobilisasi pelajar untuk mengikuti aksi demonstrasi. Penelusuran dilakukan melalui rekonstruksi di empat lokasi di Kota Bekasi, mulai dari kawasan permukiman hingga titik keberangkatan menuju ibu kota.

Rekonstruksi yang dilakukan Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota tersebut merupakan bagian dari pengembangan kasus dugaan penggerakan pelajar melalui media sosial yang melibatkan F alias Batak (23). Ia sebelumnya ditangkap karena diduga menyebarkan ajakan mengikuti aksi yang mengarah pada kekerasan dan kerusuhan.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya mengatakan, rekonstruksi melibatkan sejumlah pelajar yang sebelumnya diamankan saat mengikuti demonstrasi di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan mencocokkan keterangan para pihak dengan rangkaian peristiwa di lapangan.

“Melalui rekonstruksi ini, kami mencocokkan keterangan para pihak dengan kondisi dan rangkaian kejadian di lapangan. Setiap tahapan perjalanan kami telusuri untuk memperjelas fakta serta menguji keterkaitannya dengan alat bukti yang telah diperoleh,” ujar Verdika, Jumat (16/10/2026).

Polisi Telusuri Empat Lokasi di Bekasi

Dalam rekonstruksi tersebut, penyidik menelusuri empat titik, yakni dua lokasi di kawasan Villa Indah Permai, Pasar Modern Harapan Indah, serta kawasan Patung Garuda.

Berdasarkan adegan yang diperagakan, para pelajar awalnya berangkat menggunakan sepeda motor dari sekolah masing-masing. Mereka kemudian berkumpul di Pasar Modern Harapan Indah dan memarkirkan kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan.

Dari lokasi tersebut, sejumlah pelajar berjalan menuju kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) untuk menumpang truk tronton ke Jakarta. Sementara itu, sebagian pelajar lainnya melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor.

Rangkaian perjalanan tersebut menjadi salah satu fokus penyidikan untuk mengetahui pola mobilisasi, titik pertemuan, serta kemungkinan adanya koordinasi di antara para pelajar sebelum menuju Jakarta.

Grup Instagram Ikut Didalami

Selain menelusuri jalur keberangkatan, polisi mendalami komunikasi melalui grup Instagram bernama SMK Se-Bekasi Bersatu. Dalam penyidikan sebelumnya, grup tersebut diduga menjadi tempat pembahasan mengenai titik berkumpul dan rencana keberangkatan pelajar.

Informasi dalam grup itu turut ditelusuri untuk mengungkap peran F alias Batak serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam mengoordinasikan pergerakan pelajar.

Penyidik mencocokkan informasi komunikasi tersebut dengan keterangan para pelajar dan bukti lain yang telah dikumpulkan. Namun, rangkaian penyidikan masih diperlukan untuk memastikan keterkaitan setiap pihak dalam perkara tersebut.

Kapolres Ingatkan Pelajar Tak Terlibat Kekerasan

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak warga negara yang harus dijalankan sesuai ketentuan hukum.

Ia menegaskan, penyampaian aspirasi tidak boleh disertai tindakan kekerasan yang berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

“Menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara, tetapi tidak boleh disertai tindakan kekerasan. Jangan sampai para pelajar dimanfaatkan atau diarahkan pada kegiatan yang membahayakan keselamatan dan masa depan mereka,” ujar Putu.

Putu juga mengajak orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, termasuk penggunaan media sosial. Langkah tersebut dinilai penting agar pelajar tidak mudah terpengaruh ajakan yang berpotensi menempatkan mereka dalam situasi berbahaya.

“Kami mengajak orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap aktivitas anak, termasuk dalam penggunaan media sosial,” tutupnya.

Post Comment