ABK KM Arupadhatu Ditemukan Tewas di Pulau Enggano, DNA Surakman Dipastikan Cocok
DAILYBEKASI.COM, BENGKULU — Pencarian terhadap delapan orang di kapal KM Arupadhatu yang hilang kontak di Selat Sunda akhirnya menemukan titik terang. Salah satu korban, Surakman (60), yang merupakan anak buah kapal (ABK), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Pulau Enggano, Bengkulu Utara.
Jasad Surakman ditemukan pada Sabtu (12/9), atau pada hari kelima sejak operasi pencarian dilakukan. Identitas korban kemudian dipastikan melalui pemeriksaan Disaster Victim Identification (DVI) dengan mencocokkan data DNA korban dan anggota keluarganya.
Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan jasad tersebut sebelumnya ditemukan sebagai jenazah tanpa identitas atau Mr X di kawasan Pulau Enggano.
“Pada hari kelima pencarian, kita mendapatkan informasi dari Bengkulu bahwa di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, ditemukan seorang jenazah Mr X,” ujar Hengki dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Serang, Rabu (23/9).
Setelah ditemukan, jasad tersebut dievakuasi menggunakan pesawat Cessna dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani proses pemeriksaan.
Tim DVI kemudian melakukan pencocokan data antemortem dan postmortem dengan informasi dari keluarga delapan orang yang berada dalam KM Arupadhatu.
Hasil pemeriksaan genetik memastikan jenazah tersebut merupakan Surakman, salah satu awak kapal yang ikut dalam perjalanan KM Arupadhatu di Selat Sunda.
“Hasil identifikasi berdasarkan pemeriksaan DVI, secara genetik, jenazah teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal,” kata Hengki.
KM Arupadhatu Hilang Saat Membawa Lima Jurnalis
KM Arupadhatu sebelumnya membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang mengalami erupsi.
Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak setelah bertolak dari Dermaga Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9).
Operasi pencarian kemudian melibatkan tim SAR dari sejumlah wilayah, mulai dari Banten, Lampung hingga Bengkulu. Selama 10 hari pencarian, petugas belum menemukan kapal maupun tujuh orang lainnya yang berada di dalam KM Arupadhatu.
Operasi SAR resmi dihentikan pada Kamis (17/9) setelah pencarian tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal cepat tersebut maupun para penumpangnya.
Sehari setelah operasi dihentikan, keluarga para jurnalis dan awak kapal menggelar tabur bunga di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, pada Jumat (18/9).
Dengan ditemukannya Surakman, identifikasi terhadap salah satu dari delapan orang yang berada di KM Arupadhatu telah memperoleh kepastian. Sementara itu, pencarian dan informasi mengenai korban lainnya masih menjadi perhatian keluarga serta pihak terkait.




Post Comment