Selasa, Juni 9, 2026
EkonomiKota BekasiPemerintahan

Harga Sembako di Kota Bekasi Naik hingga 20 Persen, UMKM Mulai Terdampak

DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok mulai dirasakan masyarakat di berbagai pasar tradisional Kota Bekasi. Komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan antara lain beras, tepung, dan bawang putih, sehingga berdampak pada biaya operasional pedagang maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di Pasar Kranji, harga beras dilaporkan mengalami kenaikan sekitar 20 persen. Untuk pembelian dalam bentuk karung, harga beras naik antara Rp20.000 hingga Rp30.000 per karung dibandingkan harga sebelumnya. Sementara itu, beras eceran mengalami kenaikan rata-rata sekitar Rp500 per liter.

Selain beras, sejumlah jenis tepung juga mengalami penyesuaian harga. Kenaikan tercatat mencapai sekitar Rp3.000 per kilogram. Kondisi serupa terjadi pada bawang putih yang kini dijual sekitar Rp33.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp23.000 per kilogram.

Meski demikian, tidak semua komoditas mengalami kenaikan harga. Telur ayam justru menunjukkan tren penurunan. Saat ini, telur ayam dipasarkan sekitar Rp27.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan sebelumnya yang mencapai sekitar Rp30.000 per kilogram.

Di tengah fluktuasi harga tersebut, ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional Kota Bekasi masih dinilai aman. Pasokan berbagai komoditas tetap tersedia dan belum ditemukan indikasi kelangkaan barang di tingkat pedagang.

Kenaikan harga kebutuhan pokok mulai memberikan dampak bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM yang bergantung pada bahan pangan sebagai kebutuhan operasional harian. Meningkatnya harga bahan baku menyebabkan biaya produksi ikut bertambah dan memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha.

Selain memengaruhi biaya produksi, kondisi tersebut juga dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat dan aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Para pedagang berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil agar daya beli masyarakat tetap terjaga serta aktivitas usaha dan perdagangan di Kota Bekasi dapat berjalan lebih optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *