Senin, Juni 1, 2026
Kabupaten BekasiPemerintahanSosial

Gudang Limbah Tekstil Terbakar di Cikarang Barat, 7 Rumah Warga Ikut Hangus

DAILYBEKASI.COM, CIKARANG BARAT – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang limbah tekstil di kawasan permukiman padat penduduk Kampung Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Minggu (31/5/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan tujuh rumah warga ikut terbakar, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Binmaspol Gandamekar, Aiptu Giri, mengatakan api mulai muncul pada sore hari sekitar pukul 16.30 WIB. Setelah menerima laporan dari warga, petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

“Sebanyak 10 unit damkar dikerahkan ke lokasi,” ujar Giri.

Menurutnya, kobaran api yang berasal dari gudang limbah tekstil dengan cepat membesar karena lokasi berada di tengah permukiman padat penduduk. Akibatnya, tujuh rumah warga turut terdampak kebakaran.

Meski demikian, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, Salamun (65), pemilik warung tegal (warteg) yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran, mengaku sempat panik ketika mendengar teriakan warga yang menyebut terjadi kebakaran.

Ia mengatakan api terlihat berasal dari gudang limbah lawon sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, dirinya langsung meminta para pelanggan yang sedang makan di warungnya untuk meninggalkan lokasi demi keselamatan.

“Saya suruh bubar. Ada yang mau makan, saya bilang nggak bisa dulu,” kata Salamun.

Setelah azan Magrib berkumandang, kobaran api disebut semakin membesar. Aliran listrik di warungnya pun dipadamkan untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Bersama anak dan keponakannya, Salamun kemudian mengevakuasi berbagai barang berharga dari dalam warung, termasuk kulkas dan makanan yang sudah dimasak. Seluruh barang tersebut dipindahkan ke jalan di depan warung.

“Saya keluarkan barang-barang, ada kulkas dan masakan-masakan,” tuturnya.

Di tengah proses pemadaman, jalanan sekitar lokasi dipenuhi warga yang menyaksikan peristiwa tersebut. Sementara petugas pemadam kebakaran terlihat hilir mudik memasuki area permukiman untuk menjinakkan api.

Setelah situasi dinyatakan lebih aman dan api berhasil dikendalikan, Salamun kembali membuka warungnya sekitar pukul 20.00 WIB. Aliran listrik baru kembali dinyalakan sekitar pukul 21.30 WIB.

Pantauan di lokasi pada malam hari menunjukkan aktivitas warga mulai berangsur normal. Sejumlah pelanggan kembali mendatangi warung milik Salamun meski jumlahnya tidak sebanyak biasanya, sementara para pelayan tampak membereskan sisa makanan di etalase.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *