Selasa, Mei 26, 2026
PemerintahanSosial

KORPRI Luncurkan Program Perumahan ASN, Dorong Kesejahteraan dan Produktivitas Pegawai

DAILYBEKASI.COM, JAKARTA — Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) resmi meluncurkan program “Perumahan ASN” pada Selasa (26/5/2026) di Kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta. Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan dekat dengan pusat aktivitas kerja.

Peluncuran program dilakukan melalui kolaborasi antara KORPRI Nasional dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sebagai mitra pembiayaan perumahan ASN.

Mengusung tema “Tinggal Lebih Dekat, Hidup Lebih Maju”, program tersebut hadir untuk menjawab tantangan kepemilikan rumah di kalangan ASN yang hingga kini masih relatif rendah. Dari sekitar 6,7 juta ASN di Indonesia, baru sekitar 22 persen yang tercatat memiliki rumah sendiri.

Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional yang juga Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa kepastian hunian bagi ASN merupakan bagian penting dalam membangun birokrasi yang profesional dan berintegritas.

“ASN harus tenang memiliki hunian agar dapat bekerja secara optimal dan fokus melayani masyarakat. KORPRI hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut melalui program yang konkret dan berkelanjutan,” ujar Prof. Zudan dalam sambutannya.

Menurutnya, rumah bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga faktor penting dalam menciptakan stabilitas kehidupan ASN dan keluarganya. Dengan kondisi hidup yang lebih baik, ASN diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas pelayanan publik.

Program Perumahan ASN dirancang dengan konsep kawasan hunian urban modern yang terintegrasi dengan akses transportasi publik dan pusat aktivitas kerja.

Salah satu lokasi pengembangan tahap awal berada di kawasan Cikoya, Kabupaten Tangerang, Banten. Di lokasi tersebut telah tersedia lahan seluas sekitar 16 hektare yang akan dibangun sebanyak 1.400 unit rumah secara bertahap.

Pembangunan direncanakan dilakukan dengan kapasitas sekitar 100 unit rumah per bulan. Kawasan ini juga dinilai strategis karena hanya berjarak sekitar lima menit dari Stasiun Cikoya.

Selain di Cikoya, KORPRI juga berencana mengembangkan kawasan hunian ASN di Ciseeng, Bogor, sebagai bagian dari perluasan program perumahan bagi pegawai pemerintah di wilayah Jabodetabek.

Prof. Zudan turut mengajak seluruh Dewan Pengurus KORPRI di daerah untuk mengembangkan program serupa di wilayah masing-masing dengan dukungan fasilitasi dari Dewan Pengurus KORPRI Nasional.

“Kami berharap program ini dapat direplikasi di berbagai daerah sehingga semakin banyak ASN yang memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau,” katanya.

Dalam kerja sama tersebut, BTN menyiapkan berbagai skema pembiayaan khusus bagi ASN, termasuk fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor panjang hingga 30 tahun.

Selain pembiayaan rumah nonsubsidi, ASN juga dapat memanfaatkan program pembiayaan rumah subsidi melalui sinergi dengan BP Tapera dan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Melalui skema tersebut, ASN dapat memperoleh cicilan rumah dengan angsuran terjangkau mulai sekitar Rp1 juta per bulan, sehingga diharapkan mampu menjangkau ASN muda maupun ASN golongan menengah.

Kerja sama dengan BTN juga dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang mencakup dukungan pembiayaan perumahan, layanan perbankan, literasi keuangan, hingga pengembangan ekosistem hunian ASN secara berkelanjutan.

Tidak hanya fokus pada penyediaan hunian, program kesejahteraan ASN yang digagas KORPRI juga diarahkan secara terintegrasi pada aspek pendidikan dan kesehatan.

Melalui divisi KORPRI Education, KORPRI menyiapkan program pengembangan kompetensi dan pendidikan lanjutan bagi ASN. Langkah ini ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas SDM ASN, mengingat masih terdapat sekitar 32 persen ASN yang belum menempuh pendidikan strata satu (S1).

Sementara itu, melalui pengembangan KORPRI Health, KORPRI juga merencanakan pembangunan rumah sakit KORPRI di kawasan perumahan ASN sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan bagi anggota dan keluarganya.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan kesejahteraan ASN yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Peluncuran Program Perumahan ASN juga dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam mengurangi backlog perumahan nasional dan mendukung Program 3 Juta Rumah.

Dengan hunian yang lebih terjangkau dan lingkungan yang lebih baik, ASN diharapkan mampu bekerja lebih fokus, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *