Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi Mulai Berjalan, Adaptasi Siswa SD Jadi Perhatian

DAILYBEKASI.COM, CIKARANG PUSAT — Proses adaptasi siswa sekolah dasar (SD) menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bekasi di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bersama pengelola sekolah terus melakukan pendampingan agar siswa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pola pembelajaran.

Asisten Daerah (Asda) I Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, Hudaya, mengatakan proses adaptasi masih dibutuhkan, terutama bagi siswa SD yang harus menjalani kehidupan sekolah jauh dari keluarga.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Sosial di Aula SRT 1 Kabupaten Bekasi, Sabtu (17/10/2026) malam. Hudaya hadir mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi.

“Anak-anak masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi karena belum sepenuhnya siap tinggal jauh dari keluarga. Sementara itu, siswa jenjang SMP dan SMA sejauh ini sudah mulai merasa nyaman,” kata Hudaya.

Menurutnya, guru, pimpinan sekolah, dan wali kelas terus memberikan pendampingan serta pendekatan kepada siswa untuk membantu mereka merasa nyaman selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi sendiri telah memulai kegiatan pembelajaran untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Sebelumnya, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada 30 Agustus 2026 sebagai tahap awal pengenalan lingkungan sekolah dan penyesuaian siswa terhadap sistem pembelajaran.

Hudaya menegaskan, Pemkab Bekasi terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dan pengelola sekolah guna mendukung kelancaran program sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaannya.

Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat memperluas kesempatan anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Bekasi untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Pemkab Bekasi Apresiasi Peran Media

Dalam kesempatan yang sama, Hudaya juga mengapresiasi kontribusi insan pers dalam menyampaikan informasi mengenai program Sekolah Rakyat kepada masyarakat.

Menurutnya, pemberitaan melalui media cetak, media daring, maupun video dapat membantu masyarakat memahami tujuan program pemerintah tersebut, khususnya dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Publikasi melalui media cetak, media online, maupun video diharapkan menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat luas mengenai keberadaan dan pelaksanaan program Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Ia menilai Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan fasilitas pendidikan, tetapi juga membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan meningkatkan kesempatan meraih masa depan yang lebih cerah.

Karena itu, Pemkab Bekasi mendukung keberlanjutan program tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak pengelola sekolah.

Hudaya juga berharap media dapat terus menyebarluaskan informasi mengenai pelaksanaan Sekolah Rakyat agar masyarakat mengetahui manfaat program sekaligus memahami berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan.

Dihadiri Menteri Sosial dan Menko Pemberdayaan Masyarakat

Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat Tahun 2026 turut dihadiri Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, para nomine penghargaan, serta siswa-siswi SRT 1 Kabupaten Bekasi.

Kegiatan tersebut menjadi ajang apresiasi bagi karya jurnalistik yang mengangkat program Sekolah Rakyat sekaligus memperkuat penyebarluasan informasi mengenai penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pemkab Bekasi berharap sinergi antara pemerintah, pengelola sekolah, dan media dapat terus berjalan sehingga pelaksanaan Sekolah Rakyat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam memperluas kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

Post Comment