Surya, Pemilah Sampah yang Terpilih Jadi Kades Mekarwangi, Dapat Pesan Khusus dari Dedi Mulyadi

DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Dari memilah sampah dan barang bekas untuk menghidupi keluarga, Surya kini dipercaya memimpin Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Setelah terpilih sebagai kepala desa, pria berusia 46 tahun itu mendapat pesan langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar menjaga amanah dan membawa perubahan bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat bertemu Surya di Depok, Jawa Barat, Rabu (23/9/2026). Pertemuan itu sekaligus membahas potensi pengelolaan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan Surya.

Surya mengatakan Dedi meminta dirinya tetap berpegang pada amanah masyarakat setelah memperoleh kepercayaan dalam pemilihan kepala desa.

“KDM mengucapkan selamat karena sudah terpilih sebagai kepala desa dan berpesan agar amanah. Nanti kita bangun Desa Mekarwangi,” kata Surya saat ditemui di kediamannya, Kamis (24/9/2026).

Bagi Surya, pesan tersebut bukan sekadar ucapan selamat. Ia menganggap kepercayaan warga sebagai tanggung jawab yang harus dibuktikan melalui kerja nyata selama memimpin Desa Mekarwangi.

Sejak memutuskan maju sebagai calon kepala desa, Surya mengaku memiliki keinginan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Ia ingin kondisi sosial dan ekonomi warga di desanya dapat berkembang lebih baik.

“Saya ingin membantu masyarakat Desa Mekarwangi agar lebih baik. Saya berharap dalam kepemimpinan nanti bisa amanah dan adil,” ujarnya.

Diminta Kembangkan Sampah Menjadi Kompos

Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi juga mendorong Surya mengembangkan aktivitas pengelolaan sampah yang telah dilakukannya selama bertahun-tahun.

Surya menyebut dirinya mendapat arahan untuk mengolah sampah hasil pemilahan menjadi pupuk kompos. Program tersebut nantinya diarahkan untuk memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan di Desa Mekarwangi.

“Dia memberikan program kepada saya untuk membuat pupuk kompos. Nanti akan diarahkan dan dibantu untuk pemasaran serta yang lainnya,” ungkap Surya.

Rencana tersebut ingin dibawa Surya ke dalam program pembangunan desa. Ia berencana mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah dari lingkungan masing-masing, sekaligus mengembangkan pengelolaan sampah yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Menurutnya, program itu akan dikembangkan dengan dukungan pemerintah kecamatan agar pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

“Saya akan dorong dengan bantuan Pak Camat. Saya berharap ekonomi masyarakat Mekarwangi ke depannya lebih baik,” katanya.

Tetap Mengelola Sampah Meski Jadi Kepala Desa

Sebelum terjun ke dunia pemerintahan desa, Surya sehari-hari bekerja memilah sampah dan barang bekas. Ia mengambil sampah dari sebuah perusahaan untuk kemudian dibawa ke gudang dan dipilah bersama istrinya serta dua pekerja.

Barang-barang yang masih memiliki nilai ekonomi dipisahkan untuk kemudian dijual kembali. Dari pekerjaan tersebut, Surya mengaku dapat memperoleh penghasilan sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan.

Menjadi kepala desa tidak membuatnya berencana meninggalkan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya.

“Sampah itu memang dasar awal saya untuk menghidupi keluarga. Sampah tidak akan saya tinggalkan, tetap akan saya jalankan,” tuturnya.

Pengalaman tersebut justru ingin dijadikan modal untuk membuat program pengelolaan sampah yang lebih terorganisasi di Desa Mekarwangi.

Dua Kali Gagal Maju BPD

Perjalanan Surya menuju kursi kepala desa juga tidak berlangsung mulus. Sebelum mencalonkan diri sebagai kepala desa, ia pernah dua kali mencoba menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tetapi keduanya berakhir dengan kegagalan.

Keterbatasan ekonomi juga menjadi tantangan ketika dirinya memutuskan maju dalam pemilihan kepala desa. Surya bahkan mengaku sempat mendapat komentar yang meragukan kemampuannya karena kondisi ekonominya.

“Saya boleh dibilang tidak punya uang. Ibarat kata, saya ini orang miskin,” ujarnya.

Ia mengaku pernah mendengar ucapan yang merendahkan latar belakangnya ketika hendak mencalonkan diri.

“Mereka bilang, ‘Orang miskin kok mau nyalon kepala desa’,” kata Surya.

Alih-alih mundur, ucapan tersebut justru menjadi dorongan baginya untuk membuktikan diri melalui proses pemilihan.

Setelah dinyatakan unggul dalam pemilihan kepala desa, sosok Surya kemudian menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial.

Namun, ia mengaku tidak ingin terlalu larut dalam perhatian tersebut. Fokusnya kini beralih pada tugas yang menanti setelah resmi dipercaya masyarakat Desa Mekarwangi.

“Saya lebih fokus memandang ke depan. Saya harus bisa memajukan Desa Mekarwangi agar lebih baik,” katanya.

Surya berharap pengalaman hidup dan pekerjaannya selama ini dapat menjadi bekal dalam menjalankan pemerintahan desa. Ia ingin aktivitas pengelolaan sampah yang selama ini menjadi bagian dari kehidupannya tetap berjalan sekaligus dikembangkan menjadi program yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Yang penting bagi saya, saya menjadi kepala desa. Saya akan membangun Desa Mekarwangi dan saya akan berbuat amanah. Itu yang saya lakukan,” pungkasnya.

Post Comment