Usai Demo di Pemkot Bekasi, Kontrakan Presiden Mahasiswa Bina Insani Dibakar
DAILYBEKASI.COM, BEKASI — Sebuah kamar kontrakan yang dihuni Presiden Mahasiswa Universitas Bina Insani, Trio Syah Putra Lase, terbakar dalam kondisi mencurigakan setelah dirinya mengikuti aksi demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Senin (21/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan BSK, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan. Tak hanya mengalami kerusakan akibat kebakaran, Trio juga kehilangan dua laptop dan dua telepon seluler.
Kasus tersebut kini dalam penanganan kepolisian untuk mengungkap penyebab kebakaran, dugaan pencurian, serta identitas orang yang diduga terlibat.
Trio saat itu tengah mengikuti aksi mahasiswa yang digelar di area perkantoran Pemkot Bekasi sejak sekitar pukul 14.00 WIB. Aksi yang mengangkat isu lingkungan hidup tersebut berakhir sekitar pukul 15.20 WIB.
Setelah aksi selesai, Trio bersama sejumlah rekannya meninggalkan lokasi untuk melakukan evaluasi kegiatan. Namun, dalam perjalanan, ia mendapat telepon dari pemilik kontrakan yang memberitahukan bahwa kamarnya terbakar.
Mendapat kabar tersebut, Trio langsung kembali ke tempat tinggalnya. Ia tiba sekitar pukul 17.30 WIB dan mendapati api telah berhasil dipadamkan oleh warga sekitar.
“Waktu saya sampai, api sudah dipadamkan oleh tetangga,” ujar Trio saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).
Dua Laptop dan Dua HP Hilang
Kecurigaan muncul ketika Trio memeriksa barang-barang yang tersisa setelah kebakaran. Sejumlah benda elektronik miliknya diketahui telah hilang.
Dua unit laptop yang disimpan di dalam tas serta dua telepon seluler yang sebelumnya berada di atas meja kerja tidak ditemukan.
Yang membuat kejadian tersebut semakin janggal, sejumlah barang berharga lain justru masih berada di dalam kamar. Di antaranya Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), monitor komputer dan televisi.
Temuan tersebut kemudian diperkuat dengan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.
Dalam rekaman CCTV, seorang pria yang belum diketahui identitasnya terlihat datang menggunakan sepeda motor Honda Beat berwarna merah-putih sekitar pukul 15.58 WIB.
Pria tersebut tampak mengenakan jaket, masker hitam dan helm. Sekitar pukul 16.20 WIB, orang tersebut terlihat meninggalkan lokasi sambil membawa tas milik Trio.
Tidak lama setelah itu, kepulan asap terlihat muncul dari arah kamar kontrakan.
Informasi mengenai rekaman CCTV tersebut menjadi salah satu petunjuk yang tengah ditelusuri dalam penyelidikan kasus. Pemberitaan lain menyebut Trio telah membuat laporan polisi terkait dugaan pencurian dan pembakaran tersebut.
Terjadi Setelah Aksi Mahasiswa di Pemkot Bekasi
Kebakaran kontrakan tersebut terjadi pada hari yang sama ketika Trio bersama mahasiswa lainnya mengikuti aksi di depan Pemkot Bekasi.
Aksi tersebut dilakukan Aliansi BEM Persatuan Indonesia Wilayah Bekasi dengan membawa sejumlah tuntutan terkait persoalan lingkungan di Kota Bekasi.
Ada empat isu utama yang disuarakan mahasiswa, yakni persoalan pengelolaan TPST Bantargebang, penanganan sampah, krisis air dan limbah, serta perlindungan dan perluasan ruang terbuka hijau.
Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta adanya transparansi terkait dana kompensasi bagi masyarakat terdampak TPST Bantargebang. Mereka juga mendesak pemerintah memperbaiki sistem pengelolaan dan pengangkutan sampah di Kota Bekasi.
Selain itu, mahasiswa menyoroti persoalan pembuangan limbah ilegal dan ketersediaan air bersih. Pemerintah juga didorong menghentikan alih fungsi lahan yang dinilai dapat mengurangi ruang terbuka hijau dan daerah resapan air.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut, termasuk mengidentifikasi orang yang terekam CCTV serta mengungkap apakah kebakaran berkaitan dengan dugaan pencurian barang milik korban




Post Comment