Senin, Juli 6, 2026
PemerintahanPendidikan

Kemendikdasmen Luncurkan SPMB PJJ 2026 untuk Jangkau 2,4 Juta Anak Tidak Sekolah

DAILYBEKASI.COM, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Gerakan Sistem Penerimaan Murid Baru Pendidikan Jarak Jauh (SPMB PJJ) Jenjang Pendidikan Menengah 2026 sebagai upaya mengembalikan 2,4 juta Anak Tidak Sekolah (ATS) ke bangku pendidikan.

Data Kemendikdasmen menunjukkan sebanyak 2,4 juta ATS tersebar pada rentang usia 16 hingga 18 tahun. Mereka belum dapat mengakses pendidikan karena berbagai hambatan, sehingga pemerintah menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel melalui pendidikan jarak jauh.

Berbeda dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) reguler, SPMB PJJ tidak diawali dengan proses pendaftaran terbuka. Program ini mengedepankan penjangkauan langsung kepada anak-anak yang putus sekolah, dilanjutkan dengan pendampingan hingga memastikan mereka mampu bertahan dan menyelesaikan pendidikan.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan penyelesaian persoalan ATS memerlukan perubahan paradigma dalam pelayanan pendidikan. Menurutnya, negara harus hadir dengan mendekati dan menjemput anak-anak yang mengalami hambatan akses pendidikan.

“Kita harus berani melakukan perubahan paradigma untuk anak-anak yang mengalami hambatan akses pendidikan bahwa negara harus hadir mendekati dan menjemput mereka,” ujar Suharti dalam keterangan tertulis.

Ia menegaskan layanan pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap anak agar seluruh warga negara memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Melalui sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), sekolah tidak lagi dibatasi oleh ruang fisik. Model pembelajaran akan dirancang sesuai kondisi peserta didik sehingga diharapkan mampu menjangkau anak-anak yang selama ini sulit mengakses pendidikan formal.

“Kita ingin memastikan tidak ada anak yang terlalu jauh untuk dijangkau, tidak ada mimpi anak Indonesia yang terhenti karena keterbatasan layanan pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menekankan keberhasilan SPMB PJJ tidak diukur dari jumlah pendaftar, melainkan dari jumlah peserta yang mampu bertahan hingga lulus.

“Target akhir dari SPMB PJJ ini bukan hanya banyaknya pendaftar atau anak yang kembali aktif belajar, melainkan seberapa banyak anak yang mampu bertahan dan lulus,” kata Tatang.

Peluncuran SPMB PJJ juga dibarengi dengan Deklarasi Nasional Gerakan Daerah Nol Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui Pendidikan Jarak Jauh. Pada 2026, program tersebut akan dilaksanakan di 32 provinsi dengan melibatkan 132 sekolah.

Pemerintah berharap gerakan ini dapat memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong semakin banyak anak Indonesia kembali aktif belajar dan menuntaskan pendidikan menengahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *