Jumat, Juni 19, 2026
HukumPemerintahanSosial

Harga Kebutuhan Pokok Naik, Ratusan Ibu Rumah Tangga Turun ke Jalan

DAILYBEKASI.COM, JAKARTA — Ratusan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia (API) menggelar aksi demonstrasi di Jakarta, Kamis (18/6/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tuntutan agar pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) serta mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum menjawab persoalan utama yang dihadapi masyarakat.

Aksi yang didominasi kaum ibu rumah tangga itu berlangsung di tengah cuaca panas. Meski demikian, para peserta tetap bertahan dan secara bergantian menyampaikan aspirasi melalui orasi. Mereka juga membawa berbagai spanduk dan poster yang berisi kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

Massa aksi menilai kenaikan harga BBM berdampak langsung terhadap meningkatnya biaya hidup masyarakat. Kenaikan ongkos transportasi dan distribusi barang disebut turut mendorong kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok di pasar.

Salah seorang peserta aksi mengatakan bahwa kondisi tersebut paling dirasakan oleh para ibu rumah tangga yang setiap hari mengatur kebutuhan keluarga.

“Harga-harga kebutuhan pokok terus naik. Kami sebagai ibu rumah tangga yang paling merasakan dampaknya saat berbelanja kebutuhan keluarga setiap hari,” ujarnya di sela-sela aksi.

Menurut peserta aksi, tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat semakin berat seiring meningkatnya harga kebutuhan pokok. Karena itu, mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Selain menuntut penurunan harga BBM, massa juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka berpendapat anggaran negara perlu diprioritaskan pada program-program yang dinilai lebih mendesak dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Kami ingin pemerintah lebih fokus pada kebutuhan dasar masyarakat. Harga sembako harus stabil dan masyarakat harus bisa hidup lebih tenang,” kata peserta aksi lainnya saat menyampaikan orasi.

Koordinator aksi Aliansi Perempuan Indonesia menyebut demonstrasi tersebut merupakan bentuk kepedulian perempuan terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat. Menurutnya, para ibu rumah tangga menjadi kelompok yang paling merasakan dampak kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

“Kami hadir untuk menyuarakan keresahan masyarakat, khususnya para ibu yang setiap hari berhadapan langsung dengan kebutuhan rumah tangga. Kami berharap pemerintah mendengar suara kami,” ujarnya.

Aksi berlangsung dengan penyampaian orasi secara bergantian dan seruan kepada pemerintah agar lebih responsif terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya terkait harga BBM dan kebutuhan pokok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *