Rabu, Juni 17, 2026
HukumKota BekasiPemerintahanSosial

Fenomena LGBT Jadi Perhatian Pemkot Bekasi, Edukasi Keluarga Diperkuat

DAILYBEKASI.COM, KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi menyoroti pentingnya penguatan edukasi keluarga dan literasi masyarakat menyusul merebaknya fenomena lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di wilayah Kota Bekasi. Upaya pembinaan melalui pendidikan serta lingkungan sosial dinilai menjadi langkah utama dalam menyikapi persoalan tersebut.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan data yang menyebut sekitar 6.000 LGBT tersebar di Kota Bekasi sebenarnya telah dirilis sejak beberapa waktu lalu. Namun menurutnya, perhatian saat ini seharusnya tidak hanya tertuju pada jumlah, melainkan pada upaya pembinaan yang berkelanjutan kepada masyarakat.

“Yang paling utama adalah bagaimana kita terus melakukan literasi dan edukasi kepada warga masyarakat agar bisa memperbaiki diri. Saya kira faktor lingkungan menjadi faktor yang paling dominan,” ujar Tri, Selasa (16/6).

Tri menegaskan bahwa penanganan berbagai persoalan sosial tidak dapat dilakukan oleh pemerintah secara sendiri. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.

Untuk mendukung langkah tersebut, Pemkot Bekasi akan terus melibatkan berbagai organisasi dan lembaga, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta pekerja sosial masyarakat dalam kegiatan edukasi dan pendampingan warga.

Menurut Tri, penguatan ketahanan keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat dan berdaya.

“Yang paling utama sebetulnya adalah bagaimana kita membangun keluarga-keluarga yang sehat,” katanya.

Selain itu, Pemkot Bekasi juga masih mengkaji informasi mengenai adanya komunitas yang berencana masuk ke lingkungan pendidikan untuk memberikan pemahaman terkait kesetaraan kepada para siswa. Pemerintah akan mempelajari lebih lanjut bentuk kegiatan maupun materi yang akan disampaikan sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Saya kira hal itu masih kami kaji. Nanti akan kami lihat sejauh mana proses dan bentuk kegiatannya,” ucap Tri.

Terkait koordinasi dengan MUI mengenai isu tersebut, Tri mengaku belum menerima informasi secara khusus. Meski demikian, kerja sama antara Pemkot Bekasi, MUI, Puspaga, Forum Komunikasi Pondok Pesantren, dan berbagai komponen masyarakat lainnya terus dilakukan melalui sosialisasi pola hidup yang baik kepada warga.

“Yang saat ini kami lakukan bersama MUI, Puspaga, Forum Komunikasi Pondok Pesantren, dan berbagai komponen lainnya adalah melakukan sosialisasi mengenai pola hidup yang baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *